AYOJAKARTA.COM - Pramono Anung menerima tantangan langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk terjun ke kancah Pilkada DKI Jakarta dengan penuh semangat.
Tantangan ini bukan sembarangan, Jokowi meminta Pramono untuk turun di 12 titik sehari selama masa kampanye.
"Saya akan fight dan berjanji terhadap tantangan kepada Jokowi untuk turun di 12 titik sehari, saya akan fight," ujar Pramono saat mendaftarkan diri di KPUD Jakarta.
Pramono, yang telah kenyang dengan pengalaman politik, mengakui bahwa langkah ini merupakan salah satu tantangan terbesar dalam kariernya.
"Banyak yang bertanya, kok mau jadi calon gubernur, padahal saya ini kenyang banget," katanya.
Pramono, yang pernah menjadi anggota DPR empat kali, Sekjen PDIP, dan Ketua DPR, merasa terpanggil untuk memperbaiki Jakarta bersama Rano Karno.
Keputusan untuk maju sebagai calon gubernur diambil setelah Pramono meminta izin secara khusus kepada Presiden Jokowi.
Baca Juga: Diusung PDIP Maju di Pilkada Jakarta, Pramono Anung Ungkap Alasan Terima Pinangan
Menurutnya, Jokowi tidak hanya memberi izin, tetapi juga mendorongnya untuk mengambil kesempatan ini.
"Silakan Mas maju saja, banyak yang tidak mendapat kesempatan ini," kata Pramono, menirukan ucapan Presiden.
Walaupun keputusannya untuk maju diambil di detik-detik terakhir, Pramono merasa bahwa langkah ini adalah panggilan untuk bekerja keras demi Jakarta.
"Bagi saya, hidup ini adalah kerja keras. Inilah kenapa kok saya tiba-tiba ketiban pulung menjadi calon gubernur," ujarnya dengan penuh refleksi.
Pramono juga menyadari bahwa ia tidak dikenal luas oleh masyarakat, terutama karena jarang tampil di televisi.
Namun, hal ini tidak mengurangi semangatnya untuk berjuang dalam Pilkada DKI Jakarta.
"Soal saya tidak muncul di TV, ya memang saya tidak pernah muncul di TV. Saya tidak dikenal, tapi akan saya fight bersama si Doel Rano Karno," tegasnya.

Share this article
Pramono Anung menerima tantangan langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk terjun ke kancah Pilkada DKI Jakarta.