AYOJAKARTA.COM - Elektabilitas pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno, terus mengalami kenaikan signifikan berdasarkan survei terbaru dari Poltracking Indonesia.
Dalam survei yang digelar pada 9-15 September 2024, pasangan ini berhasil mengumpulkan 31,5% dukungan, melesat jauh dibandingkan sebelumnya.
Pasangan Ridwan Kamil dan Suswono masih memimpin dengan 47,5%, sementara Dharma Pongrekun dan Kun Wardana tertinggal jauh di posisi ketiga dengan hanya 5,1%.
Direktur Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, mengungkapkan bahwa kenaikan elektabilitas Pramono Anung dan Rano Karno terjadi dalam waktu singkat.
"Meskipun sosialisasi Pramono terlambat, hasil ini menunjukkan bahwa pasangan tersebut memiliki magnet tersendiri yang menarik pemilih, terutama dengan peran besar dari cawagubnya, Rano Karno," jelas Hanta.
Bahkan, ia menyebutkan bahwa lonjakan hingga 31,5% ini sebagai modal kuat yang bisa menyaingi Ridwan Kamil.
Baca Juga: Proses Pencairan PKH dan BPNT November-Desember 2024 Mulai Terlihat, Benarkah Akan Cair Bersamaan?
Meski Ridwan Kamil masih unggul dengan selisih sekitar 16%, Hanta menekankan bahwa persaingan belum selesai.
Dengan dua bulan tersisa sebelum hari pemilihan, elektabilitas dapat berubah secara dinamis dan fluktuatif.
"Ridwan Kamil tidak bisa dianggap akan menang mudah, karena situasi masih sangat kompetitif. Dukungan terhadap Pramono dan Rano Karno bisa terus meningkat," tambahnya.
Faktor yang mendorong lonjakan elektabilitas Pramono Anung juga disebabkan oleh absennya Ahok dalam kontestasi Pilgub kali ini.
Baca Juga: Dana PKH dan BPNT Siap Cair September-Oktober 2024: Tinggal Proses Akhir, SP2D Sudah SPM
Sejumlah basis pendukung Ahok yang tak lagi memiliki figur yang maju, mulai beralih dukungan ke pasangan Pramono Anung dan Rano Karno.
"Pemilih Ahok yang solid namun tidak memiliki kandidat, kini menemukan pilihan baru di Pramono dan Rano," kata Hanta.
Selain itu, Pramono Anung juga berhasil menarik sebagian pemilih Anies Baswedan yang kecewa karena tidak dapat mengusung calon dalam Pilgub Jakarta kali ini.
Basis suara ini memperkuat dukungan terhadap pasangan Pramono Anung dan Rano Karno, membuat persaingan menjadi lebih ketat.
Menariknya, elektabilitas Rano Karno sebagai calon Wakil Gubernur bahkan berkontribusi besar dalam mendongkrak angka popularitas Pramono Anung.
Baca Juga: SUDAH CAIR! Simak Informasi Update Saldo PKH BPNT Cair di KKS Setelah SP2D
Sebelum berpasangan dengan Rano, elektabilitas Pramono hanya berada di angka 22%. Namun, setelah berpasangan dengan Rano Karno, angka tersebut melonjak menjadi 31,5%.
"Rano Karno memiliki daya tarik elektoral yang signifikan, yang membuat popularitas Pramono meningkat drastis," ungkap Hanta.

Share this article
Dalam survei yang digelar pada 9-15 September 2024, pasangan ini berhasil mengumpulkan 31,5% dukungan, melesat jauh dibandingkan sebelumnya.