AYOJAKARTA.COM - Jakarta BERJAGA 2.0 kembali hadir sebagai kelanjutan dari program yang sukses dijalankan pada tahun 2024.
Program ini merupakan kampanye besar yang digagas oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dengan tujuan membangun kesadaran dan perubahan perilaku seluruh warga Jakarta secara kolektif untuk hidup lebih sehat dan aktif.
Yang menarik dari program ini adalah konsep tantangan sederhana namun efektif: mengajak masyarakat untuk berjalan 7.500 langkah per hari selama 21 hari berturut-turut tanpa jeda.
Baca Juga: PKH BPNT Tahap 2 Susulan dan Bantuan Penebalan Rp400 Ribu Lancar via Bank BNI, PIP Aceh Mulai Cair
Angka 7.500 langkah dipilih karena merupakan target yang realistis namun tetap menantang bagi kebanyakan orang, lebih rendah dari standar internasional 10.000 langkah namun tetap memberikan manfaat kesehatan yang signifikan.
Program ini dirancang untuk mencegah penyakit tidak menular yang semakin meningkat di Jakarta akibat gaya hidup sedentari atau kurang aktif bergerak.
Salah satu kekuatan utama Jakarta BERJAGA 2.0 adalah kemudahan akses dan fleksibilitas dalam berpartisipasi.
Program ini terbuka untuk berbagai kalangan mulai dari pegawai pemerintah di lingkungan Provinsi DKI Jakarta, masyarakat Jakarta berusia 10-59 tahun.
Angka 7.500 langkah dipilih karena merupakan target yang realistis namun tetap menantang bagi kebanyakan orang, lebih rendah dari standar internasional 10.000 langkah namun tetap memberikan manfaat kesehatan yang signifikan.
Program ini dirancang untuk mencegah penyakit tidak menular yang semakin meningkat di Jakarta akibat gaya hidup sedentari atau kurang aktif bergerak.
Salah satu kekuatan utama Jakarta BERJAGA 2.0 adalah kemudahan akses dan fleksibilitas dalam berpartisipasi.
Program ini terbuka untuk berbagai kalangan mulai dari pegawai pemerintah di lingkungan Provinsi DKI Jakarta, masyarakat Jakarta berusia 10-59 tahun.
Baca Juga: Beda Perlakuan! Rayyan Dika Dapat Reward karena Demam Aura Farming, Wapres Gibran Rakabuming Justru Dihujat Warganet
Termasuk tenaga kesehatan, kader kesehatan, organisasi profesi, anak sekolah, remaja, institusi pemerintah dan pendidikan, organisasi non pemerintahan, hingga pegawai swasta yang berkantor di Jakarta.
Peserta dapat memilih mengikuti tantangan secara individu atau berkelompok dengan formasi 5 orang dari sekolah atau instansi yang sama.
Untuk memudahkan tracking, peserta cukup menggunakan aplikasi MUFIT yang bisa diunduh di smartphone Android dan iPhone, tanpa harus memiliki smartwatch mahal.
Aplikasi ini akan mencatat jumlah langkah dan screenshot bukti pencapaian harian yang nantinya akan diverifikasi oleh panitia untuk memastikan peserta benar-benar melakukan aktivitas jalan kaki, bukan menggunakan kendaraan bermotor.
Jakarta BERJAGA 2.0 bukan sekadar program sesaat, tetapi merupakan gerakan jangka panjang yang bertujuan membentuk perilaku hidup sehat secara konsisten.
Termasuk tenaga kesehatan, kader kesehatan, organisasi profesi, anak sekolah, remaja, institusi pemerintah dan pendidikan, organisasi non pemerintahan, hingga pegawai swasta yang berkantor di Jakarta.
Peserta dapat memilih mengikuti tantangan secara individu atau berkelompok dengan formasi 5 orang dari sekolah atau instansi yang sama.
Untuk memudahkan tracking, peserta cukup menggunakan aplikasi MUFIT yang bisa diunduh di smartphone Android dan iPhone, tanpa harus memiliki smartwatch mahal.
Aplikasi ini akan mencatat jumlah langkah dan screenshot bukti pencapaian harian yang nantinya akan diverifikasi oleh panitia untuk memastikan peserta benar-benar melakukan aktivitas jalan kaki, bukan menggunakan kendaraan bermotor.
Jakarta BERJAGA 2.0 bukan sekadar program sesaat, tetapi merupakan gerakan jangka panjang yang bertujuan membentuk perilaku hidup sehat secara konsisten.
Baca Juga: Gratis Biaya Seragam, Buku, Makan Harian dan Kesehatan, Empat Syarat Ini Wajib Terpenuhi Sebelum Daftar Sekolah Rakyat
Durasi 21 hari dipilih berdasarkan penelitian yang menunjukkan bahwa butuh waktu minimal 21 hari untuk membentuk kebiasaan baru yang akan terbawa dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini juga memiliki sistem reward yang menarik, dengan memberikan apresiasi kepada peserta yang berhasil mencapai target 7.500 langkah per hari, dan akan diumumkan dalam acara puncak pada bulan Agustus 2025.
Untuk jadwal pelaksanaan yang perlu diperhatikan, pendaftaran dibuka dari tanggal 1-6 Juli 2025, kemudian tantangan dapat dimulai dari tanggal 1-9 Juli 2025.
Yang penting untuk dipahami adalah sistem penghitungan gerak langkah yang fleksibel: jika peserta mulai tantangan pada tanggal 1 Juli 2025.
Maka akhir tantangan akan jatuh pada tanggal 21 Juli 2025, sedangkan jika mulai pada tanggal 9 Juli 2025, maka akhir tantangan akan jatuh pada tanggal 29 Juli 2025.
Yang menarik, peserta yang telah mengikuti Jakarta BERJAGA tahun 2024 tetap boleh mengikuti tantangan edisi 2.0 ini, menunjukkan komitmen program untuk terus mendorong gaya hidup aktif dan sehat bagi seluruh warga Jakarta.***
Durasi 21 hari dipilih berdasarkan penelitian yang menunjukkan bahwa butuh waktu minimal 21 hari untuk membentuk kebiasaan baru yang akan terbawa dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini juga memiliki sistem reward yang menarik, dengan memberikan apresiasi kepada peserta yang berhasil mencapai target 7.500 langkah per hari, dan akan diumumkan dalam acara puncak pada bulan Agustus 2025.
Untuk jadwal pelaksanaan yang perlu diperhatikan, pendaftaran dibuka dari tanggal 1-6 Juli 2025, kemudian tantangan dapat dimulai dari tanggal 1-9 Juli 2025.
Yang penting untuk dipahami adalah sistem penghitungan gerak langkah yang fleksibel: jika peserta mulai tantangan pada tanggal 1 Juli 2025.
Maka akhir tantangan akan jatuh pada tanggal 21 Juli 2025, sedangkan jika mulai pada tanggal 9 Juli 2025, maka akhir tantangan akan jatuh pada tanggal 29 Juli 2025.
Yang menarik, peserta yang telah mengikuti Jakarta BERJAGA tahun 2024 tetap boleh mengikuti tantangan edisi 2.0 ini, menunjukkan komitmen program untuk terus mendorong gaya hidup aktif dan sehat bagi seluruh warga Jakarta.***

Share this article
Jakarta BERJAGA 2.0 kembali hadir sebagai kelanjutan dari program yang sukses dijalankan pada tahun 2024.