AYOJAKARTA.COM – Hingga bulan Maret 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Jakarta meningkat hingga 4,28 persen.
Bukan hanya dirasakan warga Jakarta, peningkatan jumlah persentase angka kemiskinan juga dialami di sejumlah kota lain di Indonesia.
Selain kondisi dalam negeri, penyebab lain yang membuat angka kemiskinan di Jakarta dan wilayah perkotaan mengalami peningkatan adalah situasi geopolitik.
Baca Juga: Waduh! Perang Kamboja dan Thailand Berpotensi Meluas? Pemerintah Indonesia Bisa Lakukan Hal Ini
Guna mengantisipasi terjadinya perluasan dampak angka kemiskinan di kawasan perkotaaan, Pemprov Jakarta telah melakukan sejumlah manuver untuk mempercepat upaya pemulihan.
Strategi Pemprov DKI Jakarta
Melalui rencana strategis dan berkesinambungan tersebut, Pemprov Jakarta berharap persoalan kemiskinan di Jakarta dapat segera tertangani.
Langkah pertama untuk dapat mewujudkan kota Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berkelanjutan adalah dengan memperluas bantuan sosial.
Selain memperluas cakupan penerima bansos, Pemprov Jakarta juga berkomitmen untuk memperkuat penyaluran bansos.
Beberapa kelompok masyarakat yang menjadi fokus perluasan dan perkuatan bansos adalah masyarakat dengan kategori baru miskin atau terdampak tekanan ekonomi.
Strategi kedua yang dilakukan oleh Pemprov Jakarta guna mengurangi persentase angka kemiskinan adalah pengendalian inflasi pangan serta energi.
Adapun cara yang ditempuh Pemprov Jakarta adalah dengan melakukan intervensi harga-harga pasar, pengendalian biaya distribusi serta penguatan cadangan pangan.
Adapun strategi selanjutnya yang dilakukan Pemprov Jakarta adalah mendorong penciptaan kerja formal bagi pencari kerja serta pelaku usaha.
Selain menyediakan pelatihan bagi para calon pekerja, kemitraan dengan swasta, Pemprov juga mendorong berbagai penguatan di sektor UMKM.
Strategi selanjutnya yang dilakukan oleh Pemprov Jakarta adalah dengan meningkatkan akses terhadap hunian dan layanan dasar.
Berbagai jenis penopang mobilitas baik transportasi publik, perluasan akses dan cakupan, terus dilakukan untuk membantu peningkatan ekonomi.
Langkah berikutnya yang dilakukan untuk menekan angka peningkatan kemiskinan adalah dengan memberikan insentif kepada pelaku usaha dengan kategori tertentu.
Baca Juga: Viral! PPATK akan Blokir Rekening Dormant yang Tidak Aktif selama 3 Bulan
Strategi lain yang juga dilakukan oleh Pemprov Jakarta adalah dengan membangun fondasi dan berbagai penyediaan infrastruktur dasar.
Disamping untuk menopang laju ekonomi, penyediaan infrastruktur dasar juga dimaksudkan sebagai penguatan akses terhadap pendidikan serta kesehatan.
Langkah strategis berikutnya yang dilakukan oleh Pemprov Jakarta untuk menekan angka kemiskinan adalah dengan mewujudkan Jakarta Fund.
Melalui seluruh kebijakan tersebut, Pemprov Jakarta berkomitmen agar setiap sektor dari berbagai lini dapat memberikan kesempatan bagi warga untuk berkembang.
Perkembangan yang terintegrasi dari peningkatan mutu SDM, ketersediaan sarana dan penunjang, akan mampu mengembalikan kekuatan ekonomi warga Jakarta. ***

Share this article
Hingga bulan Maret 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Jakarta meningkat hingga 4,28 persen.