AYOJAKARTA.COM – Salah satu upaya kota Jakarta dalam menuju kota global yang berbudaya, penerapan Identitas Kependudukan Digital menjadi bagian yang integral.
Melalui penggunaan Identitas Kependudukan Digital atau IKD, data setiap warga Jakarta akan terintegrasi secara langsung dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atau Disdukcapil.
Dengan adanya IKD, aksesibilitas bagi warga Jakarta untuk dapat menikmati berbagai jenis program pemerintah juga akan lebih mudah.
Untuk memiliki IKD, siapapun dapat mulai melakukan pengisian data pribadi melalui aplikasi resmi yang diperoleh melalui playstore.
Menjadi salah satu bentuk pendataan yang relevan dengan perkembangan teknologi digital, keberadaan IKD telah membawa perubahan dalam dimensi sosial.
Selain aksesibilitas terkait dengan kebijakan pemerintah, beberapa manfaat yang dapat diperoleh bagi pemilik IKD adalah akses terhadap KTP Digital milik pribadi.
Disamping kartu identitas pribadi, melalui aplikasi IKD pengguna juga memiliki data valid yang berkenaan dengan Kartu Keluarga atau KK serta NPWP.
Memiliki aplikasi IKD dalam perangkat smartphone, sama halnya dengan membawa banyak data pribadi maupun anggota keluarga dalam satu perangkat.
Meski demikian, seluruh warga Jakarta juga perlu mewaspadai munculnya potensi ancaman dari para pelaku scam atau penipuan.
Agar dapat terhindar dari penyalahgunaan data pribadi dan berdampak merugikan, berikut adalah hal penting yang wajib diketahui oleh seluruh warga Jakarta atau Pemilik IKD.
Ciri-ciri Scam Gunakan Modus IKD
Karena menyangkut rahasia dan berisi data penting yang bersifat pribadi, pelaku scam akan mengatasnamakan dukcapil dalam menjalankan modus operandi.
Melalui pesan tertulis, pelaku scam yang mengatasnamakan dukcapil akan meminta pemilik IKD untuk melakukan pengisian ulang sejumlah data pribadi.
Setelah data pribadi terisi, pelaku scam juga akan meminta calon korban memberikan Kode OTP yang diterima serta menuruti keinginan.
Disamping menggunakan pesan teks, tidak jarang pelaku scam juga meminta calon korban untuk memindai barcode atau mengisi tautan.
Dalam menjalankan praktek penipuan, pelaku scam yang mengatasnamakan dukcapil juga meminta korban untuk melakukan swafoto atau sambungan video call.
Seluruh data yang berhasil direkam atau diperoleh, selanjutnya akan digunakan pelaku untuk berbagai tindak kejahatan.
Warga Jakarta atau pemilik IKD yang mengalami situasi semacam ini, dapat langsung menghubungi patroli siber untuk melakukan pelaporan.
Karena dalam proses pendataan digital, dukcapil memastikan tidak menghubungi masyarakat secara langsung untuk melakukan pengajuan perubahan data kependudukan.***

Share this article
Salah satu upaya kota Jakarta dalam menuju kota global yang berbudaya, penerapan Identitas Kependudukan Digital menjadi bagian yang integral