AYOJAKARTA.COM – Salah satu bentuk apresiasi Pemprov Jakarta kepada seluruh pengguna transportasi publik di momen Hari Kemerdekaan adalah penerapan tarif 80 rupiah.
Melalui pemberlakuan tarif 80 rupiah saat Hari Kemerdekaan, seluruh pengguna transportasi umum dapat melakukan eksplorasi ke seluruh wilayah kota Jakarta dengan harga murah.
Selain ditujukan bagi pengguna Transjakarta, pemberlakuan tarif 80 rupiah di momen Hari Kemerdekaan juga berlaku untuk MRT serta LRT yang beroperasi di Jakarta.
Baca Juga: Cek Sekarang! Tanda Pencairan PKH BPNT Tahap 3 Makin Dekat - Pastikan Status Kamu di Cekbansos.go.id
Melalui pemberlakuan kebijakan tersebut, peringatan HUT RI ke-80 yang bertema "Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju" akan dapat terwujud.
Terlebih karena transportasi publik seperti MRT, LRT serta Transjakarta merupakan moda transportasi darat yang akrab bagi warga Jakarta.
Meski transportasi umum di Jakarta saat ini telah mengalami banyak perubahan, sepanjang 80 tahun kemerdekaan Indonesia berbagai perubahan telah terjadi.
Terkait dengan keberadaan transportasi umum di Jakarta, pasca era kolonial bangsa Indonesia mulai menggunakan Bus Double Decker atau bus tingkat sebagai angkutan massal.
Dengan teknologi dua dek yang tersedia, Bus Tingkat mampu mengangkut lebih banyak penumpang yang melintas di sejumlah wilayah jalan Jakarta.
Merupakan produk rancangan Inggris, selain di Indonesia Bus Double Decker juga sempat beroperasi di Hongkong, Singapura, Kanada, dan sejumlah negara lainnya.
Di Indonesia, keberadaan Bus Tingkat mulai beroperasi pada tahun 1968 setelah Presiden Soekarno memutuskan untuk membeli dua unit varian Leyland seharga US $ 18.000.
Baca Juga: Bansos Makin Canggih! Mensos Setujui Payment ID, Penyaluran Bantuan Sosial Akan Lebih Tepat Sasaran
17 bulan setelah beroperasi di Jakarta, seluruh angsuran bus tingkat yang didapat dari Inggris telah berhasil dilunasi pemerintah Indonesia.
Di masa awal pengoperasiannya, bus tingkat di Jakarta melayani trayek dari Blok M ke Terminal Pasar Senen via Salemba Raya.
Pengoperasian varian Leyland yang dimulai pada tahun 1968 oleh Perum Pengangkutan Djakarta atau PPD mulai berkurang di tahun 1982.
Setelah Presiden Soeharto menerima hibah varian Leyland Atlantean dari Inggris atas imbal pembelian Pesawat Tempur, perkembangan transportasi di Jakarta terus berevolusi.
Memiliki daya tarik tersendiri yang unik, keberadaan Bus Tingkat saat ini lebih banyak dikelola oleh swasta bagi perjalanan rute antar kota bagi penumpang kelas eksekutif.
Selain dilengkapi dengan ruang meeting, LCD dan fitur kekinian berteknologi terbaru, Pemprov Jakarta juga menyediakan Bus Tingkat secara khusus bagi masyarakat.
Melalui program City Tour tanpa biaya atau gratis, Pemprov Jakarta memberikan layanan Bis Tingkat dengan rute lebih terbatas bagi seluruh warga maupun wisatawan. ***

Share this article
Melalui pemberlakuan tarif 80 rupiah saat Hari Kemerdekaan, seluruh pengguna transportasi umum dapat melakukan eksplorasi ke seluruh wilayah