Indonesia Police Watch Duga Ada Pelaku Lain, Pengacara Minta Bharada E Harus Dilindungi

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 21:15 WIB
Bharada E Ditahan (Foto: Istimewa )
Bharada E Ditahan (Foto: Istimewa )

AYOJAKARTA.COM— Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso memiliki dugaan bahwa yang terlibat dalam kasus kematian Brigadir J lebih dari satu orang.

Hal ini menilik pada pasal yang disangkakan kepada Bharada E (Richard Eliezer) yakni Pasal 338 tentang pembunuhan di-juncto-kan dengan Pasal 55, tentang bersekongkol dalam tindak kejahatan (turut serta) dan Pasal 56 KUHP tentang membantu tindak pidana atau kejahatan.

Baca Juga: Pengabdi Setan 2 Communion Tayang Sampai Kapan di Bioskop? Cek Jadwal Berikut!  

Bharada E ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus baku tembak anggota polisi yang terjadi di kediaman Irjen Ferdy Sambo pada Jumat, 8 Juli 2022  lalu.

“Penyidik telah memiliki bukti-bukti awal bahwa tindak pidana yang dilakukan terkait matinya Brigadir Yosua (Brigadir J) ini bukan oleh satu orang. Bharada E telah ditetapkan sebagai tersangka, ada tersangka lain," kata Sugeng menjelaskan dugaannya.

Menyusul penetapan status Bharada E menjadi tersangka dalam kasus baku tembak, yang menewaskan Brigadir J,  pengacara Bharada E  meminta perlindungan untuk kliennya.

"Kalau ini memang konspirasi besar, Bharada E harus benar-benar dilindungi," kata Andreas Nahot Silitonga, pengacara Eliezer, Jumat (5/8/2022) dikutip dari Suara.com, Jumat (5/8/2022). 

Baca Juga: Kapolri Copot Irjen Ferdy Sambo dari Jabatan Kadiv Propam, Dimutasi ke Yanma

Terlebih, latar belakang keluarga Eliezer yang disebutnya berasal dari keluarga biasa. Bapak dari Eliezer seorang sopir di Manado, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga.

Halaman:

Editor: Kiki Dian Sunarwati

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X