AYOJAKARTA.COM – Kesaksian Bharada Eliezer tentang peristiwa pasca penembakan Brigadir J di Duren Tiga pada Minggu siang, 10 Juli 2022 diungkap di persidangan.
Saat itu, Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Maruf dipanggil menghadap Ferdy Sambo ke rumah Saguling, salah satunya untuk memberikan sejumlah uang dan handphone baru.
Hal itu diungkap Eliezer saat menjadi saksi pada sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua dengan terdakwa dirinya, Ricky Rizal dan Kuat Maruf, pada Rabu, 30 November 2022 lalu.
Eliezer mengatakan mereka dipanggil menghadap Sambo ke lantai 2 rumah Saguling.
Sebelumnya, dirinya dan Ricky Rizal sedang berada di ruang tengah lantai 1.
“Lalu ada panggilan melalui Handy Talky (HT) Bang Ricky untuk kita bertiga (Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Maruf) untuk naik keatas”, kata Eliezer dalam sidang, seperti yang disiarkan di kanal YouTube KOMPASTV, dilihat AyoJakarta.com pada Ahad, 4 Desember 2022.
"Sampai lantai dua, ada bapak Ferdy Sambo dan ibu Putri Candrawathi," tambahnya.
Sebelum membahas tentang uang dan handphone, Ferdy Sambo sempat menanyakan kepada mereka bertiga tentang hasil pemeriksaan kasus pembunuhan Alm. Brigadir J.
Baca Juga: Momen Bharada E Diomelin Hakim karena Sebut 'Bapak' ke Ferdy Sambo: Sebut Saja Namanya!
Setelah itu Ferdy Sambo mengatakan bahwa dirinya akan memberikan uang dan sudah ada tiga amplop di meja.
"Dia bilang mau kasih uang kepada kita, ya sudah ada amplop, Yang Mulia di meja, tiga amplop. Dia bilang untuk Kuat dapat 500 (juta), untuk Ricky 500 (juta), dan untuk saya dapat 1 M, Yang Mulia," ujar dia.
“Masih di dalam amplop, tidak dihitung," ujar Eliezer.
Eliezer mengatakan uang tersebut dalam bentuk dolar dan baru akan dikasih bulan depan.
Selanjutnya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi menanyakan merek handphone yang digunakan oleh Eliezer, Ricky dan Kuat.
Baca Juga: Hakim Sebut Pernyataan Bharada E Menyangkut Nasib Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf
“Baru dia bilang, kalian pakai Iphone lah semua. Baru dia tanya ke ibu, masih ada enggak sisa HP-nya mana?” kata dia.
“Seinget saya ibu langsung ambil hape, lalu dibagikan ke kita bertiga. Sekalian ganti kartu (SIM Handphone) aja langsung di sini", lanjut Eliezer.
“Maksudnya pindah kartu dari handphone yang lama ke handphone yang baru, Yang Mulia”, tambahnya.
Eliezer juga memberikan informasi tentang handphone lamanya kepada hakim.
Dirinya mengatakan bahwa handphone lamanya sekarang berada di Saguling, masih dalam kondisi bagus dan masih dalam kondisi aktif.***

Share this article
Kesaksian Bharada Eliezer tentang peristiwa pasca penembakan Brigadir J di Duren Tiga pada Minggu siang, 10 Juli 2022 diungkap di sidang.