AYOJAKARTA.COM – Hari ini, Rabu, November 2022 diperingati sebagai Hari Angklung Sedunia, dan kemeriahannya juga turut dimeriahkan oleh Google Doodle yang menampilkan gambar orang bermain angklung.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap alat musik angklung, hari ini Google Doodle memajang angklung di laman depan situsnya.
Dilansir AyoJakarta.com dari lama Rumah Belajar milik Kemdikbud, angklung sendiri merupakan alat musik khas Indonesia yang banyak dijumpai di Jawa Barat.
- Baca Juga: Google Doodle Menampilkan Raja Ali Haji Hari Ini, Ternyata Inilah Alasannya?
- Baca Juga: Bangga! Tempe Mendoan Dijadikan Ikon Google Doodle Hari Ini
- Baca Juga: Mengenal Rasuna Said, Pahlawan Nasional yang Terpampang di Google Doodle Hari Ini
Angklung adalah alat musik tradisional yang terbuat dari tabung-tabung bambu.
Suara dan nada yang dihasilkan oleh angklung berasal dari efek benturan dari tabung-tabung pipa bambu tersebut.
Suatu kebanggan bagi Indonesia, angklung telah terdaftar sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity dari UNESCO sejak November 2010.
- Baca Juga: Filosofi Rasuna Said yang Ulang Tahun Ke-112 Hari Ini hingga Terpampang di Google Doodle
- Baca Juga: Siapa Rasuna Said di Google Doodle Hari Ini? Singa Betina Pergerakan Kemerdekaan Indonesia
Asal Usul Angklung
Sampai kini memang masih belum dapat dipastikan kapan angklung mulai digunakan masyarakat sebagai alat musik tradisional.
Angklung berasal dari bahasa Sunda yaitu angkleung-angkleungan yaitu gerakan pemain angklung dan membentuk suara klung yang dihasilkannya.
Namun dilihat dari bentuknya yang masih primitif, angklung diduga sudah mulai digunakan sejak kultur Neolitikum berkembang di Nusantara.
Menurut sebuah catatan angklung baru muncul pada masa kerajaan Sunda (abad ke-12 sampai ke-16).
Angklung jaman dulu dipercaya masyarakat Sunda sebagai bagian ritual dari mengawali penanaman padi.
- Baca Juga: Eh, Ada Bang Benyamin di Google Doodle
Karena pada zaman dahulu masyarakat Sunda asli yaitu Suku Baduy mempercayai Dewi Sri sebagai Dewi Padi, dan angklung dipercaya sebagai salah satu alat ritual yang dapat memanggil Dewi Sri turun ke bumi agar tanaman padi tumbuh subur.
Jenis-jenis bambu yang digunakan untuk membuat angklung adalah jenis bambu hitam (awi wulung), dan bambu ater (awi temen).
Dalam perjalanannya angklung digunakan orang Sunda sebagai alat yang dapat mengobarkan semangat masyarakat dalam melakukan pertempuran dengan penjajah Hindia Belanda.
Angklung makin menyebar ke seluruh daerah di Indonesia hingga kini sudah merambah dalam dunia internasional.
Menurut Jaap Kunst dalam bukunya "Music in Java", selain di Jawa Barat, angklung juga bisa ditemui di daerah Sumatra Selatan dan Kalimantan. Di luar itu, masyarakat Lampung, Jawa Timur dan Jawa Tengah juga mengenal alat musik tersebut.
Angklung sendiri memiliki beberapa jenis yaitu Angklung Kanekes, Angklung Dogdog Lojor, Angklung Gubrag, dan Angklung Padaeng.
Cara Memainkan Angklung
Memainkan angklung cukup mudah menggunakan satu tangan memegang rangka angklung, dan tangan lainnya menggoyangkannya hingga menghasilkan suara.
Terdapat tiga teknik dalam bermain angklung yaitu:
- Kurulung (getar)
- Cetok (sentak)
- Tengkep
Alat musik ini memiliki kekhasan tersendiri karena sederhana, alami, mudah dipelajari dan dimainkan serta dapat menghasilkan orkestrasi yang merdu.
Angklung dapat dimainkan secara individu maupun bersama dan cukup efektif sebagai media untuk membangun persahabatan individu, daerah maupun antar-bangsa.***

Share this article
Hari Angklung Sedunia, dan kemeriahannya juga turut dimeriahkan oleh Google Doodle yang menampilkan gambar orang bermain angklung.