Masih Jadi Opini, Benarkah Pemberian Amnesti dan Abolisi Bentuk Isyarat Perlawanan Prabowo Terhadap Hegemoni Jokowi?

Masih Jadi Opini, Benarkah Pemberian Amnesti dan Abolisi Bentuk Isyarat Perlawanan Prabowo Terhadap Hegemoni Jokowi?
Masih Jadi Opini, Benarkah Pemberian Amnesti dan Abolisi Bentuk Isyarat Perlawanan Prabowo Terhadap Hegemoni Jokowi?

AYOJAKARTA.COM - Pemberian Amnesti bagi Hasto Kristiyanto dan Abolisi untuk Tom Lembong, merupakan ekspresi rasa muak Presiden Prabowo terhadap loyalis Jokowi.

Gagasan tentang Indonesia yang terus mengalami hambatan dari para loyalis Jokowi, ditengarai membuat Presiden Prabowo memutuskan untuk memberi Abolisi serta Amnesti.

Dengan memberikan Hasto amnesti dan abolisi bagi Tom Lembong, Presiden Prabowo secara simbolis menunjukkan taring kekuasaannya kepada para pendukung Jokowi.

Baca Juga: Berlaku Secara Khusus, Inilah Tujuh Jenis Bansos yang Akan Segera Diterima oleh Para KPM Hingga Akhir Agustus!

Sosok seperti Hasto dan Tom Lembong, merupakan dua figur kenamaan yang cukup merepresentasikan dua kekuatan ideologi politik terbesar di Indonesia.

Melalui amnesti yang diberikan kepada Hasto, Presiden Prabowo secara simbolis sudah memberikan komitmennya kepada kelompok Nasionalis.

Sementara pemberian abolisi kepada Tom Lembong yang merupakan loyalis Anies Baswedan, Prabowo membuktikan dukungannya kepada kelompok Agamis.

Mengacu pada kedua variabel tersebut, pemberian abolisi dan amnesti kepada Tom Lembong dan Hasto merupakan sinyal untuk mulai mengikis residu kekuatan Jokowi di pemerintahan.

Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa FIF Group Resmi Dibuka, Kesempatan Dapat Dana Pendidikan Rp9 Juta!

Pernyataan mengenai motif pemberian abolisi dan amnesti yang dilakukan oleh Presiden Prabowo tersebut, merupakan pandangan dari Syahganda Nainggolan.

Disampaikan saat menjadi narasumber di sebuah siniar, Syahganda menganggap pemberian amnesti dan abolisi sebagai bentuk keberhasilan bagi pemerintahan Prabowo.

Bukan hanya sukses melakukan intersep terhadap putusan Hakim, abolisi dan amnesti juga merupakan undangan bagi kekuatan Nasionalis dan Agamis untuk ikut berkontribusi.

Keputusan memberi amnesti dan abolisi, menurut Syahganda dilakukan agar dua arus ideologi besar yang mewarnai Indonesia bisa mendongkrak kepercayaan diri Indonesia.

Baca Juga: Sinopsis 'Beyond The Bar' Drakor Baru Lee Jin Uk dan Jung Chae Yeon yang Akan Tayang 2 Agustus 2025

Sebagaimana menjadi keprihatinan dari banyak kalangan, sikap pemerintah Indonesia saat bernegosiasi dengan Amerika cukup memprihatinkan.

Sikap Presiden Prabowo yang cenderung bertolak belakang saat berada di podium sewaktu bernegosiasi dengan Amerika, menurut Syahganda bukan semata-mata karena inferior.

“Kenapa sekarang dia nggak bisa ngelawan Donald Trump? Kalkulasinya, dia agak keropos di dalam negeri, karena dua kekuatan ideologis tidak mendukung,” jelas Syahganda.

Untuk bisa tampil dan kembali menjadi mercusuar di dunia, setiap pemimpin di Indonesia menurut Syahganda perlu mendapat dukungan dari dua kekuatan ideologis tersebut.

Baca Juga: Sambut HUT RI ke-80, Pemerintah Berikan Hadiah Kemerdekaan untuk Rakyat Indonesia dan Tarif Khusus Bagi Warga Jakarta

Karena itu pemberian amnesti dan abolisi kepada Hasto dan Tom Lembong, menurut Syahganda sebagai aktualisasi bentuk dari konsolidasi kekuatan ideologis secara nasional.

Alasan persatuan yang dijadikan sebagai acuan dasar saat memberikan abolisi dan amnesti, merupakan sinyal untuk direspon oleh dua kekuatan ideologis di Indonesia.

“Kenapa Prabowo memberikan itu? karena dia itu juga sudah muak, Prabowo punya agenda untuk bangsa tapi persoalannya seperti tercampur kotoran,” ungkapnya dikutip Ayojakarta dari YouTube Forum Keadilan TV. ***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Abolisi
# amnesti
# Presiden Prabowo

News Update

Sport

Mau Nobar Final Piala Dunia? Polda Metro Jaya: Dilarang Bawa Miras!

Jelang final Piala Dunia Spanyol vs Argentina, Polda Metro Jaya mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat yang berencana menggelar nonton bareng (nobar).

Pendidikan

Hore! Pramono Anung Pastikan 85 Mahasiswa ITB Asal Jakarta akan Dapat Bantuan Beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta

Sebanyak 85 mahasiswa asal DKI Jakarta dari keluarga kurang mampu yang telah diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) dipastikan akan mendapatkan dukungan beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta.

News

Baru 2 Hari Dimulai Kembali, Dugaan Keracunan Akibat Konsumsi MBG di Jember! BGN Janji akan Evaluasi

dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember, Jawa Timur.

Metropolitan

Demi Atasi Kemiskinan, Presiden Prabowo Siap Pangkas Anggaran TNI-Polri: Rela Ya?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan penghapusan kemiskinan dan kelaparan di tanah air.

News

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

PWI Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan keterangan kepada media di lingkungan Kejaksaan Agung.

Metropolitan

Sentil yang Sebut Harga Beras Mahal, Presiden Prabowo: Suruh Ikut Tanam Padi Sendiri

Tak berikan solusi, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan menohok bagi pihak-pihak yang menilai harga beras saat ini terlalu mahal.

Bisnis

Berkat Pelatihan dan KUR BRI, Usaha C'milzea Rosyidah Terus Berkembang

BRI mendukung Rosyidah mengembangkan usaha olahan hasil laut melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan KUR BRI.

Bekasi

Geram! MenPPPA Arifah Fauzi Pastikan Kawal Kasus Bocah 4 Tahun di Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan akan mengawal ketat proses hukum terhadap kasus bocah di Bekasi yang dianaya ibu tiri.

Metropolitan

Catat! Pemprov DKI Hentikan Sistem 'Open Dumping' di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Pemprov DKI Jakarta secara resmi akan mulai meninggalkan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta Selatan

Viral di Medsos dan Terekam CCTV, Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jaksel Didenda Rp500 Ribu!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah liar di wilayah Jakarta Selatan.

Metropolitan

Secara Bertahap, TPST Bantargebang Mulai Terapkan Sistem Controlled Landfill per 1 Agustus 2026, Apa Itu?

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap.

Metropolitan

Waspada Hujan Ringan di Jakut dan Jaksel, Simak Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu 19 Juli 2026

BMKG bagikan informasi seputar cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2026.

Viral

Fritz Hutapea Bongkar Borok Aspri Pertama Hotman Paris yang Kini Dituding Jadi Makelar Kasus

Anak kandung Hotman Paris Hutapea, Fritz Hutapea, tak segan untuk membongkar borok Benny Djannah atau Nurbaeny Janah.

Nasional

Mengenal Patris Yusrian Jaya, Calon Kepala Badan Pemulihan Aset yang Baru di Kejagung

Jaksa Agung usulkan Kajati DKI Patris Yusrian Jaya jadi Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi pada Juli 2026. Patris memiliki kekayaan Rp8,3 miliar berdasar LHKPN 2024.

Gaya Hidup

Lewat BRI Wellness Experience, BRI dan Plataran Indonesia Perkuat Ekosistem Wellness

BRI Gandeng Plataran Indonesia hadirkan BRI Wellness Experience, dukung gaya hidup sehat dan perkuat ekosistem wellness.

Nasional

Rekam Jejak Kuntadi, Pembongkar Kasus Harvey Moeis yang Kini Calon Kuat Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah

Jaksa Agung usulkan Kuntadi sebagai Jampidsus baru menggantikan Febri Adriansyah. Peraih Adhyaksa Award 2024 pembongkar kasus korupsi timah ini telah disetujui Presiden Prabowo pada Juli 2026.

Bisnis

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Atas Petugas Tenant Nitrogen Merokok di SPBU

Pertamina Patra Niaga tindak tegas petugas tenant nitrogen yang merokok di area SPBU demi menjaga standar keselamatan operasional.

Bisnis

Dukung Usaha Ekonomi Sirkular, Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi PNM

Menteri PPPA dan Kepala BPS apresiasi pemberdayaan PNM untuk usaha ekonomi sirkular yang terbukti dongkrak kemandirian ekonomi.

Gadget

Spesifikasi Red Magic 11S Pro, HP Gaming Snapdragon 8 Elite dengan Baterai Raksasa 7.500 mAh

Red Magic 11S Pro Rp22 juta ditenagai Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4,2 juta). HP gaming tanpa tompel ini bawa bodi transparan, sistem pendingin Aquacore kipas 24k RPM, serta baterai raksasa 7.500 mAh.

Teknologi

Bisa Disulap Jadi PC Desktop, Lenovo Legion Tab Gen 5 Andalkan Fitur Bypass Charging untuk Gamers

Lenovo Legion Tab Gen 5 jadi tablet gaming resmi terkencang dengan Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4 juta). Layarnya IPS 3K 165Hz, bawa fitur Bypass Charging, baterai 9000 mAh, dan bisa jadi PC desktop.