TEBET, AYOJAKARTA - Pemerintah saat ini tengah bersiaga dan mewaspadai potensi lonjakan kasus Covid-19 pada musim libur panjang Natal dan tahun baru.
Sejarah mencatat, Indonesia belum pernah berhasil melewati periode tersebut tanpa adanya kenaikan kasus Covid-19.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, penyebab kenaikan kasus pasca periode liburan terbilang kompleks dan dipicu oleh mobilitas masyarakat.
"Beberapa yang telah teridentifikasi di antaranya meningkatnya mobilitas tidak dibarengi upaya testing yang cukup. Padahal, kewajiban testing cukup krusial sebagai langkah preventif memastikan pelaku perjalanan dalam kondisi sehat," kata Wiku dalam keterangan resminya, beberapa waktu lalu.
Penyebab lainnya adalah ketidakdisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, baik selama perjalanan maupun aktivitas saat liburan.
Adanya tradisi berkumpul, makan bersama, maupun tradisi keagamaan yang secara alamiah meningkatkan peluang penularan akibat berkerumun, peningkatan aktivitas di pusat belanja, tempat rekreasi, dan fasilitas publik lainnya. Makin diperparah lantaran tidak disertai dengan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.
"Berkaca dari pengalaman, Indonesia belum pernah berhasil melewati periode tersebut tanpa kenaikan kasus. Maka dari itu, seluruh elemen masyarakat harus bekerja ekstra keras dan berkolaborasi untuk mencegah kejadian serupa," ujarnya.
Berdasarkan data Satgas Covid-19, ada tiga kali periode libur panjang di tahun 2020 dan 2021 sebagai penyebab kenaikan kasus. Di antaranya, libur Idul Fitri 2020, libur kolektif Maulid Nabi dan Natal 2020, serta libur Idul Fitri 2021.
Pada libur Idul Fitri tahun 2020, terjadi penambahan antara 413 - 559 kasus harian baru, atau sebesar 68 - 93%. Kenaikan ini berdampak pada penambahan kasus mingguan yang angkanya berkisar 2.889 - 3.917 kasus.
Kedua, periode libur kolektif Maulid Nabi dan Natal tahun 2020, terjadi penambahan sebanyak 1.157 hingga 5.477 kasus harian, atau sebesar 37-95% pasca hari libur kolektif tersebut. Sementara untuk data mingguan, penambahan kasus mingguan berkisar antara 8.096 - 38.340 kasus baru.
Ketiga, kenaikan kasus signifikan pada masa libur Idul Fitri 2021. Kenaikan ini diperparah adanya varian Delta yang lebih mudah menular dibanding varian sebelumnya. Terjadi kenaikan kasus harian pada rentang 1.972 hingga 46.297 atau 53-1237%.

Share this article
Sejarah mencatat, Indonesia belum pernah berhasil melewati periode tersebut tanpa adanya kenaikan kasus Covid-19.