TEBET, AYOJAKARTA - Lonjakan kasus positif Covid-19 kembali terjadi di Inggris. Hal ini menjadi pengingat atau 'alarm' bagi Indonesia untuk tidak boleh lengah, terutama untuk menerapkan protokol kesehatan dan giat vaksinasi.
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan bahwa lonjakan kasus Covid-19 di Inggris menandakan bahwa pandemi belum usai, meski kasus aktif di Indonesia terus menunjukkan penurunan.
"Lonjakan kasus baik di Inggris maupun Rusia adalah bukti nyata bahwa pandemi belum usai. Vaksinasi terbukti menjadi faktor penting untuk menekan risiko kematian," kata Johnny dalam keterangannya, dikutip Minggu 24 Oktober 2021.
"Oleh karena itu segerakan vaksinasi dan tetap gunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," lanjut dia.
Saat ini, tercatat lebih dari 50 ribu orang terinfeksi Covid-19 di Inggris. Namun, kasus rawat inap dan kematian tetap rendah berkat dukungan program vaksinasi yang cukup tinggi.
Berdasarkan data dari Our World Data hingga 19 oktober 2021, cakupan vaksinasi di Inggris sudah mencapai 73,7% untuk dosis pertama dan 67,6% untuk dosis kedua.
Sementara itu, Epidemiolog dan Peneliti Senior Kamaluddin Latief menyatakan bahwa lonjakan kasus yang terjadi di Inggris saat ini dan di Israel sebelumnya harus menjadi pembelajaran penting untuk masyarakat Indonesia agar selalu waspada dan tidak boleh lengah.
Penanganan pandemi yang terkendali tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan tingkat kewaspadaan dan disiplin protokol kesehatan.
"Justru memontem jeda seperti yang sekarang dialami Indonesia, adalah kesempatan baik bagi kita untuk mempelajari, mengevaluasi, mempertahankan apa yang sudah baik," ujar Kamaluddin.
Kamal mengungkapkan bahwa meski Indonesia masuk 10 negara terbaik dalam akselerasi vaksinasi, kita harus tetap mengingat bahwa hingga saat ini cakupan vaksinasi nasional belum meraih angka 70%, yakni batas untuk kekebalan komunal.
“Jadi selain terus disiplin protokol kesehatan dan pengetatan pintu masuk negara, vaksinasi harus terus kita kejar agar warga terhindar dari akibat buruk Covid-19.
"Pemerataan vaksinasi juga harus terus didorong, terutama untuk meraih kelompok rentan seperti lansia, orang dengan komorbid, ibu hamil, anak dan remaja," tambahnya.
Share this article
Penanganan pandemi yang terkendali tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan tingkat kewaspadaan dan disiplin protokol kesehatan.