TEBET, AYOJAKARTA.COM – Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mempertahankan daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Kini, 398 ribu pegawai honorer sektor pendidikan akan menerima bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) Rp1,2 juta. Tak menutup kemungkinan ada penambahan penerima, pemerintah terus melakukan validasi data.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi (Satgas PEN), Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangan pers virtual di Sekretariat Presiden pada Rabu 16 September 2020. Ia mengatakan 398 ribu pegawai honorer sektor pendidikan itu terdiri dari guru, tenaga kependidikan, dan Dinas Pendidikan di Pemerintah Daerah
“Ya, ini sudah ada kepastiannya usai menghimpun data terakhir yang masuk pada 14 September 2020. Kami berharap jumlah penerima terus bertambah," kata Ketua Satgas PEN, Budi Gunadi Sadikin dalam telekonferensi pers, Rabu (16/9/2020).
Adapun, pegawai honorer yang menerima BSU atau BLT adalah peserta aktif yang terdaftar sebagai anggota BPJamsostek dengan penghasilan di bawah Rp5 juta per bulan. Besaran bantuan diberikan senilai Rp600 ribu per bulan, selama 4 bulan.
Pada 14 September 2020, program subsidi upah ini telah tersalurkan Rp7 triliun atau 17,43% dari pagu anggaran Rp37,87 triliun. Penyaluran pertama dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada 27 Agustus 2020.
Hingga penghujung tahun ini, pemerintah menargetkan realisasi pencairan pada 15,72 juta orang pekerja. Target itu menetralkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang terkontraksi pada kuartal II 2020.
AYO BACA : PENCAIRAN BLT TAHAP 3: Terima Kasih Pemerintah, Sudah Cair… Ke Bank BCA Kapan?
“Sementara itu, penyerapan anggaran Program PEN sudah mencapai Rp 240,9 triliun atau 34,6 persen dari pagu anggaran Rp695,2 triliun,” ujarnya.
Alur Pencairan
Ayojakarta juga menyarikan alur perjalanan sejak dari pendataan dari perusahaan tempat calon penerima BLT pekerja hingga ke dana Rp1,2 juta sampai ke rekening penerima.
Pertama: Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja mereka yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJamsostek dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.
Kedua: HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima BLT pekerja kepada BPJamsostek.
Ketiga: BPJS Ketenagakerjaan melakukan validasi terhadap rekening calon penerima BLT pekerja dalam tiga tahap.
AYO BACA : BLT PEGAWAI HONORER: 398 Ribu Tenaga Honorer di Sektor Pendidikan Dapat BLT Rp1,2 Juta
Keempat: Setelah tiga tahapan validasi selesai, data nomor rekening calon penerima BLT untuk pekerja diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.
Kelima: Sesuai dengan petunjuk teknis penyaluran BLT untuk pekerja, Kemnaker memiliki kesempatan sampai empat hari untuk melalukan check list.
Keenam: Selesai check list, dana nomor rekening calon penerima BLT pekerja diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Ketujuh: Kemudian, KPPN menyalurkan BLT kepada bank penyalur yakni bank yang masuk menjadi anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).
Kedelapan: Bank Himbara lantas menyalurkan BSU ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta termasuk BCA.
Dengan mengikuti alur tersebut, untuk calon penerima BLT atau BSU yang memiliki rekening bank swasta termasuk Bank BCA dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui transfer antarbank. Penjelasan tentang hal itu berulang kali disampaikan oleh Bank BCA melalui akun Twitte resmi mereka @HaloBCA dalam berbagai kesempatan.
Melihat komentar di akun Instagram @kemnaker, sudah ada pekerja dengan rekening Bank BCA yang menerima BLT atau BSU untuk para pekerja dan buruh formal. Jadi, kalian sabar ya, kalau memang sudah masuk kriteria penerima bantuan tersebut.
AYO BACA : Cerita Penerima BLT Pekerja kepada Menaker Ida: Dananya Buat Bayar Kontrakan

Share this article
Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mempertahankan daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Kini, 398 ribu pegawai honorer sektor pendidikan akan menerima bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) Rp1,2 juta.