JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Anggota Komisi X DPR RI, Yoyok Sukawi meminta pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekononi Kreatif ataupun dinas-dinas terkait di daerah untuk aktif memfasilitasi industri kreatif khususnya film.
Menurut Legislator asal Partai Demokrat ini, film Tilik karya sutradara Wahyu Agung Prasetyo merupakan bukti bahwa industri film adalah salah satu sektor yang harus diperhatikan karena mampu sebagai sarana hiburan masyarakat dan penggerak ekonomi kreatif.
Film Tilik yang dibuat pada tahun 2018 mampu menjadi perbincangan di masyarakat setelah salah satu tokoh di dalamnya yakni Bu Tejo mampu menjadi daya tarik tersendiri karena karakternya yang suka menggosip dan dianggap nyambung dengan kehidupan bermasyarakat.
Sejak diunggah di YouTube oleh rumah produksi Ravacana Films di tanggal 17 Agustus 2020 lalu, film ini sudah ditonton hingga 15,8 juta dalam tempo waktu 10 hari.
“Pembuatan film pendek seperti Tilik yang viral dengan Bu Tejonya harus aktif mendapat dukungan dari pemerintah. Sebagai contoh film Tilik ini, film Tilik merupakan sebuah proyek film yang difasilitasi Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta,” tandas Yoyok Sukawi, Kamis (27/08/20).
“Apabila Kemenparekraf dan dinas-dinas di daerah mampu aktif mendanai pembuatan film tersebut, maka industri film di Tanah Air terus bergerak dan roda perekonomian di bidang kreatif akan kembali naik serta masyarakat mendapat hiburan,” imbuh anggota DPR asal Dapil Jawa Tengah I ini.
Yoyok Sukawi menambahkan bahwa di era digital seperti saat ini, industri film dan industri kreatif memiliki banyak manfaat. Selain soal roda perekonomian, industri film juga berpeluang menghasilkan sineas dan pemain film berbakat.
“Jika pemerintah serius mengelola dunia film, maka Indonesia akan banyak mendapat manfaat. Selain hiburan dan roda perekenomian berputar, Indonesia juga berpeluang menghasilkan sineas-sineas dan aktor atau aktris berkualitas,” ujarnya.
Share this article
Anggota Komisi X DPR RI, Yoyok Sukawi meminta pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekononi Kreatif ataupun dinas-dinas terkait di daerah untuk aktif memfasilitasi industri kreatif khususnya film.