JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sejak Indonesia merdeka dan sampai saat ini, ada tantangan besar di Indonesia yang harus segera diselesaikan yaitu kesenjangan sosial. Dalam hal inilah pemuda punya peran besar sebagai pengurainya dengan menjadi penggerak ekonomi.
Demikian pandangan Anggota DPD RI dari DKI Jakarta, Fahira Idris. Sebagai populasi terbesar di Indonesia, pemuda menjadi satu-satunya harapan untuk terus membangkitkan ekonomi Indonesia dan sebagai penyangga untuk meretas ketimpangan yang semakin tajam.
Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia usia 20 tahun hingga 40 tahun di tahun 2020 diperkirakan berjumlah 83 juta jiwa atau 34 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai 271 juta jiwa.
“Jadi usia 20-40 ini adalah usia produktif yang akan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia saat ini dan ke depan. Salah satu cara paling efektif memperkecil kesenjangan adalah memperbanyak kelas menengah, memberdayakan kelas menengah, dan menguatkan kelas menangah. Saat ini, kelas menengah Indonesia didominasi kaum muda Indonesia. Semakin banyak kelas menengah Indonesia maka kesenjangan akan semakin turun,” terang Fahira Idris dalam pernyataannya memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91 kemarin.
Menurut Fahira, wajah Indonesia saat ini dan ke depan akan sangat ditentukan pertemuan tiga entitas di atas, yakni kombinasi antara masyarakat urban, kelas menengah, dan millennial yang mayoritasnya kaum muda. Jika diberdayakan dan dikuatkan, kamu muda akan menjadi peretas kesenjangan di negeri ini.
“Ekonomi Indonesia akan meroket jika Pemerintah saat ini mempunyai kebijakan dan solusi cerdas untuk menciptakan ekosistem memperbanyak lahirnya kelas menengah lewat pemberdayaan dan penguatan masyarakat terutama kaum muda. Namun, jika ekosistem ini tidak diseriusi, Indonesia sampai kapanpun tidak akan mengalami lompatan ekonomi,” ujar Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini.
Saat ini, tren positif menjadikan pemuda sebagai penggerak ekonomi sudah mulai menggeliat. Industri kreatif yang tidak hanya terbukti tahan banting terhadap berbagai krisis, tetapi juga padat karya karena membuka banyak lapangan pekerjaan, didominasi kaum muda Indonesia. Saat ini ekonomi kreatif adalah sumber kekuatan ekonomi baru dibelahan dunia manapun.
“Kontribusi ekonomi kreatif yang digerakkan anak muda Indonesia sudah menyumbang 7,5 persen lebih terhadap PDB nasional. Namun, kita harus bisa menembus angka dua digit. Salah satu mempercepatnya adalah kita butuh UU Ekonom Kreatif yang sayangnya walau sudah masuk prolegnas 2014-2019, tetapi belum selesai sampai sekarang,” ujar politikus perempuan inisiator RUU Ekonomi Kreatif ini.

Share this article
Salah satu cara paling efektif memperkecil kesenjangan adalah memperbanyak kelas menengah, memberdayakan kelas menengah, dan menguatkan kelas menangah. Saat ini, kelas menengah Indonesia didominasi kaum muda Indonesia.