AYOJAKARTA.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan keterangan pers penting di Istana Merdeka pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Didampingi sejumlah tokoh politik nasional, termasuk Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR RI Puan Maharani, serta pimpinan partai politik, Prabowo menegaskan sikap pemerintah terkait perkembangan situasi nasional pasca aksi demonstrasi di berbagai kota.
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tetap menghormati kebebasan berpendapat dan penyampaian aspirasi masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan menolak segala bentuk tindakan anarkis.
Baca Juga: Rekomendasi 12 HP Harga Rp1 Jutaan yang Sudah Dilengkapi NFC, Harga Murah Tapi Gak Murahan!
“Aspirasi murni yang ingin disampaikan harus dihormati. Hak untuk berkumpul secara damai harus dihormati dan dilindungi. Namun, kita tidak dapat pungkiri bahwa sudah mulai kelihatan gejala adanya tindakan di luar hukum, bahkan mengarah kepada makar dan terorisme,” tegas Prabowo dalam live di YouTube Sekretariat Presiden.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa aparat kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap oknum petugas yang diduga melakukan pelanggaran. Ia memerintahkan proses itu dilakukan cepat, transparan, dan terbuka untuk publik.
Selain itu, Prabowo juga mengumumkan langkah tegas dari pimpinan partai politik. Mulai 1 September 2025, sejumlah anggota DPR yang dinilai menyampaikan pernyataan keliru dicabut keanggotaannya.
DPR juga akan mencabut kebijakan terkait tunjangan anggota dewan serta memberlakukan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.
Prabowo menegaskan negara wajib hadir melindungi rakyat dan fasilitas umum. Ia memerintahkan TNI dan Polri bertindak tegas terhadap segala bentuk perusakan, penjarahan, maupun ancaman keamanan.
“Aparat yang bertugas harus melindungi masyarakat, menjaga fasilitas umum yang dibangun dari uang rakyat, sekaligus menegakkan hukum apabila ada pelanggaran yang mengancam kehidupan masyarakat luas,” ujar Presiden.
Tak hanya itu, pemerintah bersama DPR akan membuka ruang dialog dengan mahasiswa, tokoh masyarakat, serta kelompok yang ingin menyampaikan aspirasi secara damai.
Prabowo juga memerintahkan semua kementerian dan lembaga untuk menerima delegasi masyarakat yang membawa kritik atau usulan perbaikan.
Baca Juga: Rumah Sri Mulyani Dijarah Warga, Apa Saja Aset Mewah yang Dimilikinya?
Menutup keterangannya, Presiden mengajak seluruh rakyat menjaga persatuan dan tidak terprovokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa.
“Mari kita bergotong royong menjaga persatuan nasional. Indonesia sedang di ambang kebangkitan, jangan sampai kita terus diadu domba,” pungkasnya.
Dengan keterangan ini, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi rakyat sekaligus memastikan aspirasi publik tetap tersalurkan dalam koridor damai dan demokratis.***
Share this article
Presiden Prabowo tegaskan demo damai dijamin, tapi anarkis ditindak. Polisi wajib transparan, DPR cabut tunjangan & kunker, partai hentikan anggota yang salah ucap. Dialog rakyat dibuka.