AYOJAKARTA.COM - Gelombang demonstrasi nasional yang pecah sejak 25 Agustus 2025 terus menyisakan luka mendalam bagi banyak keluarga.
Aksi yang dipicu kenaikan tunjangan rumah anggota DPR hingga Rp50 juta per bulan itu awalnya berlangsung damai, namun berubah ricuh setelah bentrokan dengan aparat.
Menurut catatan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), hingga 1 September 2025 terdapat 23 laporan orang hilang dari berbagai wilayah Indonesia.
Dalam unggahan resminya di Instagram, KontraS menyebut 20 orang masih belum ditemukan, sementara tiga lainnya sudah berhasil ditemukan.
Laporan tersebut datang dari Bandung, Depok, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, serta satu lokasi yang belum teridentifikasi.
“Jika Anda mengetahui atau ingin menyampaikan informasi mengenai penghilangan orang secara paksa di sekitar Anda, silakan hubungi hotline 0896-3522-5998,” tulis KontraS.
Berikut daftar orang hilang sejak Demonstrasi 25 Agustus 2025 di berbagai wilayah Indonesia:
Bandung:
1. Muhammad Restu Agustin
Baca Juga: Bantuan BRI Dongkrak Produksi Pecel Ndoweh hingga Tembus Luar Jawa
Depok
- Alfi Zahad Adzami
- Muhammad Nagieb Abdillah
Jakarta Pusat
- Aang Sabela
- Ade Sahrudin
- Afri Koes Aryanto
- Ahmad Baihaqi
- Akmal Auzar Satria
- Alif Rizky Alhafiz
- Chandra Pratama Wijaya
- Muhammad Daud Ibrohim
- Ratih Fitri Setyosari
- Reno Syahputradewo
- Romi Putra Prawibowo
- Ruby Akmal Azizi
- Surya Alkaf Susanto
- Joko Prasetyo
- M Didik Afrianto
Baca Juga: Trading dan Spekulasi: Cerita yang Sering Terjadi di Indonesia
Jakarta Timur
- Muhammad Hasan Malik
- Syamsul Bahri
Jakarta Utara
- Andi Muksin
- Nirmala Tasya
Tidak diketahui
1. Rama Sugiyanto
Kasus orang hilang ini turut disorot media internasional. AFP melaporkan dengan tajuk '20 missing after deadly Indonesia protests', menekankan bahwa aksi demonstrasi telah menewaskan sedikitnya enam orang dan menyebabkan 20 orang hilang.
Media Inggris The Guardian juga mengangkat isu serupa dalam artikel 'Twenty missing in Indonesia protests, rights group says'.
Baca Juga: Profil Zetro Leonardo Purba, Dipolomat Indonesia yang Tewas Ditembak di Peru
Media tersebut menyoroti kemarahan publik yang meluas setelah tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring berusia 21 tahun, akibat dilindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta.
Di sisi lain, aparat keamanan telah menahan lebih dari 1.200 orang di Ibu Kota, termasuk aktivis Delpedro Marhaen, Direktur Lokataru Foundation, yang dituduh menghasut aksi anarkis.
Desakan internasional pun menguat. Kantor HAM PBB meminta investigasi independen terkait dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan.
Presiden Prabowo Subianto mengutuk aksi anarkis yang merusak fasilitas publik, namun ia juga berjanji menyelidiki kasus kematian Affan Kurniawan. Polisi mengonfirmasi telah menahan tujuh anggota Brimob yang diduga terlibat.
Demonstrasi ini menjadi yang terbesar sejak Prabowo menjabat, memicu pengerahan militer di sejumlah kota besar.
Sementara itu, keluarga korban masih berharap para orang hilang dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.***

Share this article
Sejak demo 25 Agustus 2025, KontraS catat 23 orang hilang di Bandung, Depok, dan Jakarta. 20 belum ditemukan, sorotan AFP, The Guardian, hingga desakan investigasi PBB.