AYOJAKARTA.COM - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkap sejumlah kejanggalan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) saat masih dipimpin oleh Sri Mulyani.
Dalam wawancara terbaru, Mahfud menyebut bahwa negara memiliki utang kepada rakyat yang nilainya mencapai Rp5,8 triliun, namun hingga kini belum dibayarkan.
“Negara ini punya utang ke masyarakat banyak sekali. Sudah ada putusan pengadilan yang inkrah, tapi belum juga dibayar. Ini bentuk ketidakpatuhan terhadap hukum,” ujar Mahfud tegas, dilansir dari chanel YouTube Mahfud MD Official.
Ia mencontohkan, banyak kasus ganti rugi lahan atau keputusan pengadilan yang memerintahkan pemerintah untuk membayar kompensasi, namun pembayarannya terus diundur.
Menurutnya, praktik seperti ini tidak hanya merugikan rakyat, tetapi juga mencoreng kredibilitas negara di mata hukum. “Kalau negara tidak taat hukum, bagaimana rakyat mau percaya?” tambahnya.
Selain soal utang, Mahfud juga menyinggung kembali kasus pencucian uang Rp349 triliun di lingkungan Kemenkeu yang sempat menjadi perhatian publik pada 2023.
Saat itu, Mahfud menjabat Ketua Komite TPPU dan memimpin langsung audit atas laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Baca Juga: Para Kepala Daerah Ketar-ketir Purbaya Potong Dana Bagi Hasil, Apa yang Dimaksud dengan DBH?
“Saya minta semua data dibuka. Dari situ saya temukan ratusan laporan yang belum ditindaklanjuti sejak 2012. Nilainya total mencapai Rp349 triliun,” ujarnya.
Mahfud juga menyinggung dugaan manipulasi bea masuk emas yang nilainya sangat besar. Ia mengungkap, seharusnya emas impor dikenai pajak 5 persen, namun angka itu diubah menjadi 0 persen.
“Bayangkan, itu satu kasus saja negara bisa rugi triliunan. Belum lagi ratusan laporan lain yang tidak pernah ditelusuri,” tegasnya.
Meski demikian, Mahfud tetap mengakui Sri Mulyani sebagai sosok menteri yang berintegritas dan profesional. Hanya saja, menurutnya, Sri Mulyani terlalu baik dan cenderung melindungi anak buahnya.
Baca Juga: Kiprah Ayobandung.com Diakui, Raih Penghargaan di Local Media Summit 2025
“Kalau ada pegawai kena masalah, dia hanya bilang jangan datang dulu, tapi tidak ditindak. Padahal publik butuh ketegasan,” katanya.
Selanjutnya, Mahfud berharap Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, dapat melanjutkan investigasi terhadap kasus-kasus besar di lingkungan Kemenkeu.
“Kalau berani bongkar, saya salut. Tapi kalau takut, ya selesai. Uang rakyat harus kembali untuk rakyat,” pungkas Mahfud.***
Share this article
Mahfud MD ungkap kejanggalan di Kemenkeu era Sri Mulyani, termasuk utang negara Rp5,8 triliun ke rakyat dan kasus pencucian uang Rp349 triliun yang belum tuntas hingga kini.