AYOJAKARTA.COM - Kompetisi Super League 2025/2026 memanas dengan munculnya dua klub underdog yang mencuri perhatian, yaitu Persita Tangerang dan PSIM Jogja.
Kedua tim ini tampil mengejutkan dan kini menjadi ancaman nyata bagi klub-klub besar, termasuk Persija Jakarta yang masih berjuang menemukan konsistensi.
Persita Tangerang, di bawah asuhan Carlos Pena, kini menempati posisi runner-up klasemen dengan 13 poin.
Pendekar Cisadane meraih empat kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan, termasuk kemenangan meyakinkan 2-0 atas Semen Padang berkat gol Bae Sin-yeong dan Ahmad Nurhardianto.
Menariknya, Pena adalah mantan pelatih Persija Jakarta yang dipecat pada musim lalu. Kini, ia sukses membawa Persita melampaui Macan Kemayoran dengan selisih dua poin.
Dengan skuad yang solid dan atmosfer kerja tanpa tekanan besar, Pena tampak nyaman memimpin Persita menuju papan atas.
Jika tren positif ini berlanjut, bukan tak mungkin Persita menembus zona Asia musim depan. Tak kalah mengejutkan, PSIM Jogjakarta, tim promosi yang baru naik kasta juga tampil luar biasa.
Baca Juga: Perbandingan Blueprint, Zodiak, dan MBTI: Mana yang Paling Akurat?
Hingga pekan ketujuh, mereka mengoleksi 12 poin dan sempat menempati posisi dua klasemen sebelum disalip Persita.
Di bawah pelatih asal Belanda Jean-Paul van Gastel, PSIM bermain disiplin dengan formasi fleksibel 4-2-3-1 yang disesuaikan dengan karakter lawan.
Mereka mencatat hasil impresif dengan menahan Arema FC (1-1), mengalahkan Persebaya (0-1), menumbangkan Bali United (3-1), dan menahan juara bertahan Persib Bandung (1-1).
Kunci kesuksesan PSIM tak lepas dari kombinasi pemain muda seperti Cahya Supriadi (22) dengan pemain berpengalaman seperti Reva Adi dan Ze Valente.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Smartwatch yang Worth It Dibeli di Tahun 2025, Kamu Pulih yang Mana?
Ditambah lagi, dukungan fanatik Brajamusti dan The Maident menjadikan laga kandang di Stadion Mandala Krida selalu bergemuruh. Dengan performa Persita dan PSIM yang menanjak, Persija Jakarta jelas harus waspada.
Kompetisi Super League musim ini membuktikan, status “tim besar” bukan jaminan. Dua kuda hitam ini sudah mengirim pesan jelas yakni siapa pun bisa jadi juara jika konsisten dan berani.***
Share this article
Persita dan PSIM jadi ancaman serius di Super League 2025/26. Di bawah Carlos Pena dan Van Gastel, keduanya tampil impresif hingga melampaui Persija dan bersaing di papan atas klasemen.