AYOJAKARTA.COM - Kolaborasi energi terbarukan kembali mencuri perhatian publik. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, resmi menjalin kerja sama uji coba produksi bahan bakar nabati berbahan dasar jerami bersama Bobibos, inovasi karya anak bangsa yang sedang ramai diperbincangkan.
Kerja sama ini bukan hanya soal inovasi energi, tetapi juga solusi ekonomi bagi petani dan efisiensi anggaran pemerintah daerah.
Dalam pertemuan yang diunggah melalui channel YouTube Kang Dedi Mulyadi, Dedi menekankan bahwa langkah ini murni didasari kepedulian terhadap petani dan potensi besar limbah jerami.
Baca Juga: Founder BOBIBOS Ungkap Riset Bahan Bakar dari Jerami Terinspirasi dari Surat Yasin, Ini Maknanya
Ia mengatakan, “Jerami diolah, negara pun berkah. Petani bukan hanya jual padi, nanti jual jerami.” Meski teknologi Bobibos telah banyak dibicarakan publik, Dedi menegaskan bahwa tahap awal kerja sama ini adalah uji coba.
Bahan bakar nabati dari jerami tersebut akan digunakan di lingkungan internal Lembur Pakuan. “Kita uji coba untuk motor saya, mobil saya, mesin traktor, sampai pompa air,” ujar Dedi.
Ia menambahkan bahwa penggunaan BBM nabati ini belum diperjualbelikan karena masih menunggu proses perizinan dari pemerintah pusat. Fokus utama saat ini adalah membuktikan manfaat dan kestabilan produksinya.
Bobibos membawa mesin berkapasitas kecil dulu dengan output 200–300 liter per hari. Kapasitas itu sudah cukup untuk fase uji coba sambil menyiapkan mesin besar yang mampu mengolah jerami dari ratusan hektare lahan.
Dedi menekankan pentingnya proses bertahap. “Yang kecil dulu, yang penting besarnya menyusul. Jangan lama-lama, nanti jerami dibakar lagi,” katanya, mengingatkan masalah klasik petani dalam mengelola limbah panen.
Untuk mendukung produksi, Dedi juga siap membangun tangki penyimpanan berkapasitas 4.000 liter di area yang jauh dari permukiman demi alasan keselamatan.
Jika uji coba ini berhasil dan mendapat izin produksi, Dedi berharap bahan bakar nabati dari jerami dapat menjadi solusi efisiensi APBD.
“Minimal seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke depan menggunakan bahan bakar nabati sehingga APBD-nya efisien,” ungkapnya.
Selain itu, inovasi ini membuka sumber pendapatan baru bagi petani. Jerami yang selama ini dianggap limbah kini bisa menjadi komoditas bernilai tinggi.
Kerja sama Dedi Mulyadi dan Bobibos menawarkan harapan baru yakni energi nabati yang ramah lingkungan, efisiensi anggaran, serta peningkatan kesejahteraan petani. Bila berhasil, Jawa Barat berpotensi menjadi pionir energi berbasis limbah pertanian di Indonesia.***

Share this article
Dedi Mulyadi kerja sama dengan Bobibos uji coba BBM jerami untuk motor dan alat operasional. Targetnya efisiensi APBD, kurangi subsidi, dan tambah pendapatan petani lewat penjualan jerami.