Pro Kontra Bobibos, Bahan Bakar dari Jerami yang Diklaim Bisa Ganti BBM Fosil

Bahan Bakar Bobibos. (Sumber: Instagram.com/@bobibos_)
Bahan Bakar Bobibos. (Sumber: Instagram.com/@bobibos_)

AYOJAKARTA.COM - Inovasi energi alternatif kembali ramai dibicarakan setelah munculnya Bobibos (Bahan Bakar Orisinil Buatan Indonesia).

Produk ini digagas oleh Muhammad Ikhlas Tamrin, yang mengklaim bahwa bahan bakar dari jerami limbah panen padi ini bisa menjadi pengganti BBM fosil yang selama ini masih diimpor dan harganya cenderung naik.

Jerami yang biasanya hanya menjadi limbah sawah diklaim mampu menghasilkan hingga 3.000 liter bahan bakar per hektar. Melalui teknologi biokimia khusus, jerami diolah menjadi dua jenis bahan bakar, yaitu setara bensin dan diesel.

Baca Juga: Google Nano Banana Masuk Galaxy AI dan Gemini 3.0 Siap Meluncur, Era Baru Dominasi Google di Dunia AI Dimulai?

Pengembang Bobibos menyebut nilai oktannya bahkan dapat mencapai RON 98, setara Pertamax Turbo. Kemunculan Bobibos disambut antusias oleh masyarakat karena dianggap bisa menjadi energi murah, ramah lingkungan, dan menguntungkan petani.

Jerami yang sebelumnya tidak bernilai kini bisa dijual sebagai bahan baku, sehingga membuka peluang ekonomi baru di sektor pertanian. Selain itu, Bobibos diklaim dapat digunakan untuk kendaraan motor, mobil, traktor, kapal nelayan, hingga mesin industri.

Namun, inovasi ini tak lepas dari perdebatan. Pemerintah melalui Kementerian ESDM menegaskan bahwa produk BBM baru harus melewati rangkaian uji mutu dan perizinan yang ketat, yang biasanya memakan waktu minimal delapan bulan.

Meski pengembang menyebut sudah mengajukan uji laboratorium ke Lemigas, hasilnya masih tertutup dan belum bisa menjadi dasar izin edar.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Tetapkan ‘Hari Perda’ Setiap Selasa, Strategi Baru Demi Lahirkan Regulasi Lebih Cepat dan Efektif

Pihak DPR juga meminta pemerintah menindaklanjuti temuan ini secara objektif agar inovasi anak bangsa mendapat pendampingan yang tepat.

Di sisi lain, sebagian publik skeptic, benarkah jerami bisa menghasilkan bahan bakar berkualitas tinggi dalam skala besar? Apakah Bobibos mampu menjaga konsistensi kualitas, keamanan, dan efisiensi mesin?

Bobibos juga menuai pro kontra terkait transparansi proses produksi. Pengembang mengaku seluruh riset dilakukan di Indonesia dan dirahasiakan untuk mencegah penciplakan negara lain.

Namun, ini juga membuat sebagian pihak mempertanyakan kejelasan teknologi yang digunakan. Meski begitu, sejumlah figur publik dan daerah seperti Gubernur Jawa Barat menunjukkan dukungan melalui uji coba langsung yang hasilnya dinilai memuaskan.

Pada akhirnya, Bobibos menghadirkan harapan sekaligus tanda tanya besar. Bila lolos uji resmi pemerintah dan bisa diproduksi massal, bahan bakar berbasis jerami ini berpotensi menjadi terobosan besar bagi kemandirian energi Indonesia. Namun sebelum itu terjadi, masyarakat harus menunggu proses verifikasi ilmiah dan regulasi yang berlaku.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# bobibos
# bahan bakar
# jerami

Berita Terkait

News Update

Metropolitan

Ciptakan Lingkungan Bersih! Per Agustus 2026, 146 Pasar di Jakarta Terapkan Program Gerakan Pilah Sampah dari Sumber

Program ini mendorong para pedagang, pengelola pasar, hingga pengunjung untuk memisahkan sampah sesuai jenisnya sejak awal.

Metropolitan

Kurangi Aksi Tawuran, Gubernur Pramono akan Perbanyak Fasilitas Olahraga dari Lapangan Sepak Bola hingga Ring Tinju

Pramono rencananya akan memperbanyak lapangan speak bola, arena skateboard hingga ring tinju di ruang terbuka.

Pendidikan

Mahasiswa Merapat! Begini Cara dan Tahapan Daftar Magang di Perpusnas, Bisa Lewat Email Lho

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI secara resmi membuka program magang bagi mahasiswa yang ingin menambah pengalaman di pusat literasi nasional tersebut.

Nasional

Bukan Cuma Tebu, Toyota dan Pertamina Garap Bioetanol Generasi Kedua dari Limbah di Lampung

Arahan Presiden Prabowo, mandatori bioetanol rilis 2027 pasca uji E5 Juli 2026. Proyek terintegrasi di Lampung gandeng Toyota-Pertamina guna olah limbah biomassa jadi bioetanol generasi kedua.

Metropolitan

Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta Bersama Breathe Cities untuk Wujudkan Kualitas Udara Bersih di Ibu Kota

Program ini merupakan inisiatif global yang berfokus pada percepatan penanganan polusi udara di kawasan perkotaan

Jakarta Pusat

Dari Sampah Jadi Cuan, Pupuk Kompos Buatan Cempaka Putih Timur Dijual Rp10 Ribu per Kg

Program ini telah berjalan sekitar tiga bulan dan menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Jakarta Timur

Pramono Anung Buka Suara Usai Tragedi Tiga Pekerja Tewas di Gorong-gorong Cipayung: 1 WNA dan 2 WNI

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung buka suara terkait tragedi maut yang menimpa tiga orang pekerja yang tengah bertugas di dalam gorong-gorong kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

Metropolitan

Catat! Akses Penumpang KRL Stasiun Karet Dipindahkan ke BNI City per 28 September 2026

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan perubahan ini berlaku seiring integrasi dari kedua stasiun.

Metropolitan

Penataan Kabel SJUT Tidak Bisa Dilakukan Cepat dam Serentak, Pramono Anung: Karena Begitu Banyak dan Kompleks!

Pemprov DKI sudah memulai proses penataan kabel udara yang selama ini dinilai mengganggu estetika kota dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Metropolitan

Tekan Angka Tawuran, Pramono Anung akan Perbanyak Lapangan Bola hingga Ring Tinju di Jakarta!

Pramono mengungkapkan bahwa penyediaan sarana seperti lapangan sepak bola, arena skateboard, hingga ring tinju akan menjadi prioritas untuk memberikan kegiatan yang bermanfaat.

Bisnis

Pakai Panel Surya dan Biogas, Pertamina Patra Niaga Regional JBB Bangun Fasilitas Hijau di Karawang

Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga Regional JBB puji Program Ngabedahkeun Walahar di Karawang. Sukses olah eceng gondok via teknologi Hydropure!

Jakarta Timur

Proyek Normalisasi Kali Ciliwung Dikebut, Pemprov DKI Jakarta Alokasikan Anggaran Rp 300 Miliar untuk Bebaskan Lahan

Pramono Anung menegaskan bahwa percepatan normalisasi Kali Ciliwung menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

Bisnis

BRI Permudah Akses Investasi Ritel Lewat Peluncuran ORI030 Berkupon Hingga 7,00 Persen

BRI hadirkan ORI030 dengan kupon tetap hingga 7,00 persen per tahun di BRImo. Yuk aman investasi dijamin negara, beli sekarang sebelum habis!

Jakarta Pusat

Kabel Fiber Optik Menjuntai di Jalan Cideng Ditertibkan,Ditargetkan Selesa dalam 2 Pekan

Penataan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dua pekan sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang kota yang lebih tertata, aman, dan nyaman.

Bisnis

Mengendus Penyelewengan Sejak 2024, BNI Seret Kasus KUR Jember ke Polisi

BNI tegaskan kasus KUR Jember berawal dari laporan proaktif perseroan sejak 2024. Manajemen terapkan zero tolerance terhadap fraud!

Metropolitan

Pertama di Indonesia! Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling, Pramono Anung: Wujudkan Jakarta Ramah Hewan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan layanan mobil klinik hewan keliling di RPTRA Mustika 2, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat, 10 Juli 2026.

Jakarta Timur

Wujudkan Jakarta Kota Global, Perumda Pasar Jaya Luncurkan Gerakan GEBER di Pasar Induk Kramat Jati!

Perumda Pasar Jaya resmi meluncurkan Gerakan Bersama Bersih Pasar (GEBER) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat, 10 Juli 2026.

Metropolitan

Normalisasi Kali Ciliwung Dikebut! Pramono Anung Jamin Pembebasan Transparan, Target Rampung 2027

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan proses pembebasan lahan dalam proyek ini berjalan transparan tanpa melibatkan pihak ketiga atau perantara.

Metropolitan

Waspada! BPBD DKI Jakarta Beri Peringatan Banjir Rob di Pesisir Utara hingga 16 Juli 2026, Cek Daftar Wilayahnya

BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau banjir rob yang diprediksi terjadi pada periode 9 hingga 16 Juli 2026.

Metropolitan

Jika Jadi Nobar Piala Dunia 2026 di JIS, Pramono Anung akan Sesuaikan Jam Operasional KRL dan Transjakarta!

Pemprov DKI Jakarta berencana melakukan penyesuaian jam operasional moda transportasi publik, seperti KRL dan Transjakarta, untuk mendukung rencana nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di JIS.