AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta terus mempercepat proyek normalisasi Kali Ciliwung sebagai salah satu langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 miliar untuk mendukung proses pembebasan lahan dan penanganan Kali Ciliwung, Kali Krukut, serta Kali Cakung Lama.
Ia menegaskan bahwa percepatan normalisasi Kali Ciliwung menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
Pram juga menyampaikan, sebanyak 62 bangunan telah berhasil dibebaskan dan dibongkar.
Sedangkan untuk 108 bangunan lainnya masih dalam tahap pembebasan dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.

"Dari target bidang yang ada di sini, 170, alhamdulillah sudah selesai 62 bangunan. Tetapi akhir tahun ini akan selesai sampai dengan target yang ada," ujar Pramono.
Saat Pramono langsung memantau lokasi tersebut, tampak kini mulai rata dengan tanah seiring proses ganti rugi yang masih berjalan.
Normalisasi Kali Ciliwung di segmen Cawang dini ilakukan di wilayah Rawajati, Pangadegan, Cawang, dan Cililitan.
Proyek normalisasi ini ditargetkan rampung pada 2027, bertepatan saat HUT ke-500 tahun Jakarta.

"Mudah-mudahan akan terselesaikan karena penlok (penetapan lokasi)-nya juga sudah kami tanda tangani. Dan ini melanjutkan program normalisasi yang sempat terhenti lama," lanjutnya.
Pram berharap Kali Ciliwung ini nantinya mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi, sehingga dampak banjir akibat luapan sungai tidak kembali terjadi di wilayah ini.
Lebih lanjut, Pram juga mengatakan proyek ini akan dikerjakan di Kali Krukut dan Cakung Lama.
"Mudah-mudahan semuanya nanti di tahun 2029 bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat Jakarta," ungkapnya.***
Share this article
Pramono Anung menegaskan bahwa percepatan normalisasi Kali Ciliwung menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.