AYOJAKARTA.COM -- Manajemen PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui unit kerja Fuel Terminal (FT) Cikampek baru saja menerima kunjungan kerja penting dari jajaran Dewan Komisaris korporasi.
Agenda kunjungan strategis ini bertujuan untuk meninjau secara langsung perkembangan Program Ngabedahkeun Walahar.
Program tersebut merupakan salah satu pilar unggulan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) perusahaan yang berlokasi di Desa Walahar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Selasa, 7 Juli 2026.
Kunjungan kerja tingkat tinggi ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh sentral perusahaan. Di antaranya tampak Komisaris PT Pertamina Patra Niaga Tina Talisa, Komisaris Independen Siti Zahra Aghnia, serta Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Dewi Kurnia Salwa.
Tidak ketinggalan, VP Corporate Involvement and Development (CID) Dian Hapsari, Sr. Supervisor CSR & SMEPP Regional JBB Dila Amanda Kenniza, dan FT Manager Cikampek Ari Yunanto turut mendampingi rombongan.
Program Ngabedahkeun Walahar lahir sebagai inisiatif penyelamatan sumber daya air yang memadukan strategi pemberdayaan masyarakat dengan kearifan lokal setempat. Ide awal program ini mengadopsi tradisi turun-temurun warga lokal saat membersihkan aliran Sungai Citarum secara gotong royong.
Saat ini, Pertamina mengemas aktivitas tersebut ke dalam tiga pilar operasional utama, yaitu Ngabedahkeun Air, Ngabedahkeun Sempadan Danau, dan Ngabedahkeun Ekonomi Masyarakat.
Melalui implementasi ketiga pilar tersebut secara konsisten, tim gabungan berhasil merevitalisasi Danau Kalimati yang dulunya terbengkalai.
Kawasan tersebut kini menjelma menjadi Danau Cinta, sebuah kawasan konservasi terpadu yang menyatukan misi pemulihan alam, edukasi sosial, dan pusat pertumbuhan ekonomi mandiri bagi warga desa.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Dewan Komisaris mengamati dari dekat berbagai inovasi teknologi tepat guna yang diterapkan Pertamina.
Fasilitas konservasi ini telah memanfaatkan sistem energi bersih terbarukan lewat instalasi biogas dan perangkat panel surya untuk mencukupi kebutuhan listrik operasional.
Selain itu, terdapat pula teknologi Hybrid Ecodry yang berfungsi mempercepat proses pengeringan tumbuhan eceng gondok sebelum masuk tahap anyaman.
Warga juga memanfaatkan teknologi Hydropure, sebuah sistem filtrasi air inovatif yang menggunakan media membran selulosa hasil ekstrak eceng gondok. Teknologi ini terbukti ampuh menjernihkan air sungai sehingga layak pakai untuk kebutuhan harian warga secara aman.
Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, Tina Talisa, melemparkan pujian tinggi terhadap skema pelaksanaan Program Ngabedahkeun Walahar yang jeli memaksimalkan potensi lingkungan lokal untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
"Kami sangat mengagumi daya juang warga desa, terutama kelompok pemuda di Walahar, yang terbukti cerdas mengonversi kekayaan lokal menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Fakta di lapangan ini menjadi bukti autentik bahwa kerja sama yang solid antarlembaga mampu memicu transformasi lingkungan yang langgeng serta menghadirkan profit nyata bagi kehidupan masyarakat setempat," kata Tina Talisa.
Di sisi lain, Ketua Yayasan Pesona Walahar Kreatif, Enjang Ramadhin, menyampaikan rasa terima kasih atas program pendampingan intensif yang Pertamina berikan selama ini bagi kemajuan desanya.
"Proses pembinaan yang Pertamina lakukan berhasil membakar semangat serta memupuk rasa percaya diri kami untuk terus melakukan inovasi. Warga desa saat ini tidak sekadar fokus memelihara kelestarian ekosistem alam, melainkan juga sukses memanen keuntungan finansial lewat pemanfaatan aset alam yang tersedia di Desa Walahar," aku Enjang terus terang.
Sementara itu, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Arya Yusa Dwicandra, menegaskan bahwa kesuksesan program ini merupakan wujud nyata dari implementasi bisnis hijau Pertamina yang patuh pada prinsip keberlanjutan.
"Pencapaian di kawasan Ngabedahkeun Walahar ini memperlihatkan bahwa jalinan kemitraan yang berjalan konsisten dapat membuahkan hasil positif berdurasi panjang. Pihak manajemen menaruh harapan besar agar program pemberdayaan ini terus berevolusi sekaligus memicu lahirnya gerakan-gerakan lingkungan serupa di berbagai wilayah nusantara," pungkas Arya.
Melalui keberhasilan pengelolaan kawasan Danau Cinta ini, Pertamina Patra Niaga Regional JBB sukses menyelaraskan operasional bisnis dengan pemenuhan target Sustainable Development Goals (SDGs).
Khususnya pemenuhan SDG 6 mengenai air bersih dan sanitasi layak, SDG 8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta SDG 11 mengenai kota dan permukiman berkelanjutan.
Share this article
Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga Regional JBB puji Program Ngabedahkeun Walahar di Karawang. Sukses olah eceng gondok via teknologi Hydropure!