AYOJAKARTA.COM - Warga pesisir Jakarta diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 16–23 Desember 2025.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan, ancaman banjir pesisir ini dipicu oleh fenomena pasang air laut yang bertepatan dengan fase Bulan Baru.
Fase Bulan Baru (New Moon) adalah saat Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, di mana sisi Bulan yang disinari Matahari membelakangi Bumi.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Sebentar Lagi Launching, Bocoran Desain hingga Fitur Canggih Mulai Terkuak
Kondisi ini membuatnya tidak terlihat dari langit malam, sehingga langit menjadi sangat gelap. Ini adalah awal dari siklus fase bulan berikutnya, yang ditandai dengan Bulan terbit dan terbenam bersama Matahari.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, fase Bulan Baru berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut di wilayah pesisir utara Jakarta.
Kondisi ini dapat memicu terjadinya banjir rob, terutama di daerah yang memiliki elevasi rendah dan berdekatan langsung dengan garis pantai.
“Puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 07.00 hingga 12.00 WIB,” ujar Isnawa, dilansir dari Website Berita Resmi Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Pada jam-jam tersebut, masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di kawasan pesisir serta mengantisipasi kemungkinan genangan air laut. BPBD DKI Jakarta mencatat sedikitnya ada 12 wilayah pesisir yang berpotensi terdampak banjir rob selama periode tersebut.
Wilayah yang perlu mewaspadai ancaman pasang maksimum air laut antara lain Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, serta wilayah Kepulauan Seribu.
Isnawa menambahkan, banjir rob tidak hanya berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat berdampak pada infrastruktur, akses jalan, serta kegiatan ekonomi warga pesisir.
Oleh karena itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi, seperti mengamankan barang berharga, memperhatikan kondisi saluran air, serta menyiapkan rencana evakuasi mandiri jika diperlukan.
Baca Juga: Merapat! Program Cek Kesehatan Lansia Gratis dari Dinkes DKI, Bisa Periksa 9 Penyakit Ini
Sebagai upaya mitigasi, BPBD DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk BMKG dan dinas teknis lainnya, untuk memantau perkembangan kondisi pasang air laut secara berkala.
Informasi terbaru mengenai gelombang dan pasang air laut dapat diakses masyarakat melalui laman resmi bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut serta pantaubanjir.jakarta.go.id.***

Share this article
BPBD DKI peringatkan potensi banjir rob di 12 wilayah pesisir Jakarta (16–23 Des 2025) akibat pasang maksimum saat fase Bulan Baru. Warga diminta waspada dan pantau info resmi.