AYOJAKARTA.COM - Samsung diperkirakan akan memperkenalkan seri Galaxy S26 pada awal tahun depan. Meski masih berstatus rumor, bocoran terbaru dari perangkat lunak One UI 8.5 justru memberi gambaran cukup jelas tentang arah flagship Android Samsung berikutnya.
Menariknya, bocoran ini bukan sekadar spekulasi, melainkan render internal yang muncul langsung dari sistem Samsung sendiri. Dilansir dari YouTube Tcol Tech, dalam One UI 8.5, ditemukan render dengan kode N1, N2, dan N3.
Bocoran sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa N1 dan N2 merujuk pada Galaxy S26 dan S26 Plus, sementara varian Ultra memiliki kode berbeda.
Baca Juga: Mengapa iPhone 17 Disebut Jadi Seri Paling Worth It Sepanjang Sejarah? Ini Kata David GadgetIn
Dari sisi desain, S26 dan S26 Plus mempertahankan modul kamera vertikal dengan tiga lensa, selaras dengan bocoran yang sebelumnya beredar dari sumber kredibel.
Galaxy S26 Ultra juga tampak konsisten dengan bocoran lama yaitu tiga kamera utama vertikal ditambah dua sensor tambahan di sisi modul kamera.
Namun desain bukan satu-satunya sorotan. One UI 8.5 juga mengungkap indikasi pengisian daya super cepat 3.0 serta pengisian daya nirkabel yang lebih kencang.
Galaxy S26 Ultra disebut akan mendukung charging kabel hingga 60W dan wireless charging 25W berbasis Qi 2.2 dengan magnet terintegrasi.
Samsung bahkan dikabarkan telah menyiapkan charger nirkabel magnetik khusus dengan nomor model EP2900. Meski begitu, muncul pertanyaan besar, soal apakah peningkatan ini cukup untuk membuat pemilik Galaxy S25 Ultra berpindah?
Berdasarkan jajak pendapat, 76 persen pengguna menilai S26 Ultra belum memberi alasan kuat untuk upgrade. Hal ini masuk akal, mengingat bocoran menyebut peningkatan utama hanya pada chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, bodi lebih tipis 7,9 mm, bobot lebih ringan 214 gram, serta pengisian daya lebih cepat.
Di sektor kamera, kabarnya Samsung masih mempertahankan banyak sensor lama. Peningkatan mungkin hadir pada aperture kamera utama 200 MP dan lensa telefoto 3x.
Meski tidak revolusioner di atas kertas, optimalisasi software dan ISP tetap berpotensi meningkatkan kualitas foto harian. Faktor lain yang cukup kontroversial adalah penggunaan chipset Exynos 2600.
Baca Juga: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Balik Krisis Memori Global? Harga RAM Menggila, Konsumen Menjerit
Rumor menyebut Exynos hanya akan dipakai di satu pasar, kemungkinan Korea, sementara mayoritas unit global tetap menggunakan Snapdragon.
Exynos 2600 sendiri digadang-gadang membawa ISP canggih dengan dukungan HDR multi-frame, video 8K HDR 60 fps, serta efisiensi daya yang lebih baik.
Pada akhirnya, Galaxy S26 Ultra tampaknya akan mengandalkan penyempurnaan pengalaman harian ketimbang lonjakan spesifikasi besar.
Dengan Galaxy Unpacked yang diperkirakan berlangsung akhir Februari, publik masih menunggu apakah Samsung menyimpan kejutan yang benar-benar mampu menggoyang dominasi S25 Ultra.***
Share this article
Bocoran Galaxy S26 muncul dari One UI 8.5, menampilkan desain kamera baru, charging hingga 60W, wireless 25W, dan chipset anyar. Namun peningkatannya dinilai belum cukup menggoda pengguna S25 Ultra.