Bobibos Menghilang di Awal Tahun 2026, Energi Alternatif di Grobogan Ini Malah Makin Eksis hingga Bikin Pertamina Ketar-ketir

Ilustrasi Energi Alternatif Gas Rawa dari Grobogan. (Sumber: Chat GPT)
Ilustrasi Energi Alternatif Gas Rawa dari Grobogan. (Sumber: Chat GPT)

AYOJAKARTA.COM - Produk bahan bakar nabati Bobibos kembali menjadi sorotan publik pada awal 2026.

Setelah sempat ramai karena penandatanganan MoU dengan pemerintah Timor Leste, inovasi berbahan jerami tersebut mendadak menghilang dari media sosial dan tidak memberikan pembaruan apa pun kepada publik.

Kerja sama Bobibos dan Timor Leste sejatinya menjadi tonggak penting. Melalui MoU antara Timor Agronova SA dan PT Inti Sinergi Formula pada 23 Desember 2025 di Dili, pemerintah Timor Leste bahkan menyiapkan alokasi 25 ribu hektare untuk produksi bahan bakar berbasis jerami tersebut.

Target peluncuran produk ditetapkan pada Februari 2026, dan Bobibos sempat menunjukkan fasilitas produksi dengan mesin yang diklaim siap beroperasi.

Namun hingga kini tidak ada kabar lanjutan dari Timor maupun Indonesia. Pabrik Bobibos di Lembur Pakuan yang dibangun bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi disebut masih berproses, sementara publik menanyakan transparansi produksi dan komersialisasi.

Minimnya informasi ini memicu keraguan netizen yang menuntut pembuktian nyata di lapangan.

Sebagian komentar mempertanyakan alasan tidak adanya penjualan eceran dan strategi Bobibos yang dinilai terlalu fokus narasi, bukan realisasi.

Meski begitu, tidak sedikit pula yang memberi dukungan dan berharap teknologi ini benar-benar menjadi alternatif energi Indonesia di tengah mahalnya bahan bakar fosil dan tingginya impor LPG.

Di tengah polemik Bobibos, pengamat ekonomi Bennix justru menyoroti inovasi energi alternatif lain yang dinilai lebih konkret dan berdampak langsung bagi rakyat, yakni pemanfaatan gas rawa di Grobogan, Jawa Tengah. Menurutnya, teknologi ini terbukti menekan biaya energi rumah tangga.

“Ini jauh lebih real, Guys. Karena inovasi ini berhasil menghemat pengeluaran ibu-ibu. Tadinya Rp100.000 per bulan, sekarang cuma Rp25.000,” ujar Bennix melalui kanal YouTube-nya.

Selama ini mayoritas rumah tangga Indonesia mengandalkan LPG impor, yang disebut Bennix mencapai 80 persen dari kebutuhan nasional dengan nilai Rp63 triliun pada 2024.

Bahkan lebih dari separuhnya berasal dari Amerika Serikat. “Mau masak pecelele aja, apinya kita beli dari Amerika Serikat. Sedih banget Indonesia,” katanya.

Gas rawa Grobogan diperoleh melalui pengeboran pada kedalaman 30–40 meter.

Setelah dipisahkan dari air, gas disalurkan melalui pipa ke rumah-rumah dengan sistem berlangganan sekitar Rp25.000 per bulan.

Selain membantu rumah tangga, skema ini dianggap berpotensi mengurangi subsidi LPG negara yang mencapai Rp74 triliun per tahun.

Meski telah ditemukan sejak 2017, pemanfaatannya masih terbatas di sekitar 40 KK akibat hambatan perizinan dan minimnya dukungan kebijakan.

Bennix pun menilai solusi ini mampu membuat Pertamina “ketar-ketir” jika diadopsi luas, namun yang terpenting menurutnya adalah prioritas kepentingan rakyat.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# jerami
# bahan bakar
# Timor Leste

Berita Terkait

News Update

Nasional

Lowongan Program Magang Nasional 2026 di BKN, Ada 249 Kuota dengan 17 Posisi Jabatan, Cek di Sini dan Segera Daftar

BKN telah resmi membuka Program Magang Nasional 2026 dengan menyediakan 249 kuota dengan 17 posisi jabatan.

Metropolitan

Pengakutan Sampah di Jakarta Kini Punya Jejak Digital Melalui Sistem SPEED, Apa Itu?

Sistem ini dikembangkan untuk meningkatkan kualitas layanan pengangkutan sampah yang dikelola oleh BLUD UPST.

Jakarta Selatan

Pramono Anung Ajak Warga Manfaatkan Jalan Rasuna Said sebagai Ruang Hidup Sehat

Rasuna Said kini jauh lebih nyaman sehingga layak menjadi pilihan warga untuk berolahraga maupun melakukan berbagai aktivitas luar ruang.

Jakarta Pusat

Festival Rakyat Bola Gembira 2026 Berlangsung Meriah, Rano Karno Sebut Antusiasme Warga Jakarta Luar Biasa

Rano Karno, mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa sepak bola masih menjadi olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan.

Sport

Mau Nobar Final Piala Dunia? Polda Metro Jaya: Dilarang Bawa Miras!

Jelang final Piala Dunia Spanyol vs Argentina, Polda Metro Jaya mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat yang berencana menggelar nonton bareng (nobar).

Pendidikan

Hore! Pramono Anung Pastikan 85 Mahasiswa ITB Asal Jakarta akan Dapat Bantuan Beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta

Sebanyak 85 mahasiswa asal DKI Jakarta dari keluarga kurang mampu yang telah diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) dipastikan akan mendapatkan dukungan beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta.

News

Baru 2 Hari Dimulai Kembali, Dugaan Keracunan Akibat Konsumsi MBG di Jember! BGN Janji akan Evaluasi

dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember, Jawa Timur.

Metropolitan

Demi Atasi Kemiskinan, Presiden Prabowo Siap Pangkas Anggaran TNI-Polri: Rela Ya?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan penghapusan kemiskinan dan kelaparan di tanah air.

News

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

PWI Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan keterangan kepada media di lingkungan Kejaksaan Agung.

Metropolitan

Sentil yang Sebut Harga Beras Mahal, Presiden Prabowo: Suruh Ikut Tanam Padi Sendiri

Tak berikan solusi, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan menohok bagi pihak-pihak yang menilai harga beras saat ini terlalu mahal.

Bisnis

Berkat Pelatihan dan KUR BRI, Usaha C'milzea Rosyidah Terus Berkembang

BRI mendukung Rosyidah mengembangkan usaha olahan hasil laut melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan KUR BRI.

Bekasi

Geram! MenPPPA Arifah Fauzi Pastikan Kawal Kasus Bocah 4 Tahun di Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan akan mengawal ketat proses hukum terhadap kasus bocah di Bekasi yang dianaya ibu tiri.

Metropolitan

Catat! Pemprov DKI Hentikan Sistem 'Open Dumping' di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Pemprov DKI Jakarta secara resmi akan mulai meninggalkan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta Selatan

Viral di Medsos dan Terekam CCTV, Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jaksel Didenda Rp500 Ribu!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah liar di wilayah Jakarta Selatan.

Metropolitan

Secara Bertahap, TPST Bantargebang Mulai Terapkan Sistem Controlled Landfill per 1 Agustus 2026, Apa Itu?

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap.

Metropolitan

Waspada Hujan Ringan di Jakut dan Jaksel, Simak Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu 19 Juli 2026

BMKG bagikan informasi seputar cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2026.

Viral

Fritz Hutapea Bongkar Borok Aspri Pertama Hotman Paris yang Kini Dituding Jadi Makelar Kasus

Anak kandung Hotman Paris Hutapea, Fritz Hutapea, tak segan untuk membongkar borok Benny Djannah atau Nurbaeny Janah.

Nasional

Mengenal Patris Yusrian Jaya, Calon Kepala Badan Pemulihan Aset yang Baru di Kejagung

Jaksa Agung usulkan Kajati DKI Patris Yusrian Jaya jadi Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi pada Juli 2026. Patris memiliki kekayaan Rp8,3 miliar berdasar LHKPN 2024.

Gaya Hidup

Lewat BRI Wellness Experience, BRI dan Plataran Indonesia Perkuat Ekosistem Wellness

BRI Gandeng Plataran Indonesia hadirkan BRI Wellness Experience, dukung gaya hidup sehat dan perkuat ekosistem wellness.

Nasional

Rekam Jejak Kuntadi, Pembongkar Kasus Harvey Moeis yang Kini Calon Kuat Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah

Jaksa Agung usulkan Kuntadi sebagai Jampidsus baru menggantikan Febri Adriansyah. Peraih Adhyaksa Award 2024 pembongkar kasus korupsi timah ini telah disetujui Presiden Prabowo pada Juli 2026.