AYOJAKARTA.COM - Belakangan ini, netizen Indonesia dibuat penasaran dengan klaim Bobibos yang mengumumkan memiliki pabrik di Timor Leste.
Berdasarkan penelusuran Vincen Nugraha di kanal YouTube Nesia Insight, fakta di balik pabrik tersebut ternyata cukup mengejutkan.
Menurut Vincen Nugraha, “Netizen berhasil menelusuri video Bobibos melalui Google dan menemukan foto-foto tersebut berasal dari akun Facebook Trade Invest Strip Timor Leste pada 2018. Gedung itu ternyata merupakan pabrik pakan ternak, bukan dibangun langsung oleh Bobibos.”
Video yang diunggah akun resmi Bobibos menampilkan beberapa orang sedang melihat mesin produksi.
Postingan ini sempat membuat publik percaya pabrik tersebut adalah milik Bobibos.
Namun, penelusuran netizen mengungkap fakta berbeda: gedung dan mesin yang ditampilkan telah ada sejak 2018 dan merupakan pabrik pakan ternak.
Seorang pengguna akun Facebook, Elvano Arasi Pires, menegaskan lokasi pabrik berada di Heran, Timor Leste, dan bukan milik Bobibos.
Namun, Bob membalas klaim tersebut, mengatakan, “Kalau benar Anda yang buat, terima kasih. Sekarang diserahkan ke kami untuk dikelola. Nanti akan kami jadikan biomanufaktur pengolahan jerami.”
Vincen Nugraha menyoroti bahwa kontroversi muncul bukan karena pengambilalihan pabrik, melainkan cara Bobibos membangun narasi seolah proyek ini sudah beroperasi pesat.
“Netizen menyoroti janji-janji sebelumnya di Lembur Pak, yang hingga kini belum terlihat progresnya. Jadi ketika memposting kerja sama dengan pihak lain, klaim itu terasa tidak elegan,” ujar Vincen.
Pihak Bobibos mengklaim pabrik tersebut akan diubah menjadi fasilitas biomanufaktur untuk pengolahan jerami.
Namun, Vincen menekankan, proses modifikasi ini tidaklah sederhana. Untuk produksi BBM dari jerami, dibutuhkan perubahan besar pada mesin dan fasilitas, berbeda jika hanya digunakan untuk fermentasi jerami biasa.
Kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam komunikasi publik bagi inovator seperti Bobibos.
Publik saat ini sangat cepat menelusuri klaim melalui media sosial dan platform digital.
Fakta-fakta yang muncul menunjukkan bahwa meski pengambilalihan pabrik sah secara legal, narasi yang dibangun harus jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Vincen Nugraha menambahkan, “Seandainya klaim transparan sejak awal, publik akan lebih mudah menerima dan memahami tujuan kerja sama Bobibos di Timor Leste. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi inovasi dan kolaborasi lintas negara.”***
Share this article
Kontroversi Bobibos di Timor Leste muncul setelah klaim pabrik ternyata pabrik pakan ternak lama. Publik menyoroti narasi tidak transparan dan membandingkannya dengan janji proyek sebelumnya.