AYOJAKARTA.COM - Pemerintah melalui Kemensos dan BGN, mulai mematangkan rencana perluasan program makan bergizi gratis atau MBG bagi kelompok lanjut usia (lansia).
Program ini akan menyasar pada lansia yang berusia 75 tahun ke atas.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia yang tergolong rentan.
Selama ini, program MBG sendiri telah menyasar kepada peserta didik dan kelompok tertentu, termasuk ibu hamil dan menyusui.
Baca Juga: Bocoran Samsung Galaxy Tab S12 Plus Terungkap, Kenapa Versi Reguler Justru Menghilang?
Namun dalam perkembangannya, pemerintah menilai lansia berusia di atas 75 tahun juga membutuhkan perhatian khusus.
Terutama terkait pemenuhan gizi harian dan pencegahan risiko penyakit akibat kekurangan nutrisi.
Dalam hal ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala BGN Dadan Hindayana.
"Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN, Prof Dadan, untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis untuk lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendirian," ujar Gus Ipul.
Kini, Kemensos pun telah melakukan pendataan di daerah yang datanya nanti akan diserahkan ke BGN untuk mulai di eksekusi.
Selain lansia, MBG juga akan diberikan kepada penyandang disabilitas.
Sehingga, SPPG di setiap daerah tidak hanya melayani sekolah-sekolah, tapi juga lansia dan penyandang disabilitas sesuai data yang diserahkan.
Berbeda dengan para siswa-siswi yang didistribusikan langsung ke sekolah dan para guru, MBG untuk lansia nanti akan didampingi oleh pendamping lansia.
Saat ini pendamping lansia sendiri masih dalam tahap asesmen atau pelatihan.***
Share this article
Kemensos bersama BGN memutuskan program MBG akan diberikan juga kepada lansia usia 75 tahun ke atas dan sendirian.