AYOJAKARTA.COM -- Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di tahun 2026 ini membawa angin segar bagi kerukunan umat beragama di Indonesia. Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, secara resmi menyampaikan ucapan selamat dan pesan-pesan moral yang mendalam kepada seluruh umat Konghucu dan elemen bangsa yang merayakan.
Dalam suasana yang penuh khidmat, Menag menekankan bahwa perayaan keagamaan seperti Imlek merupakan jembatan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Perhatian pemerintah terhadap hari besar setiap penganut agama di tanah air menunjukkan komitmen nyata dalam merawat kemajemukan.
Bertempat di Jakarta pada Senin, 16 Februari 2026, Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan pernyataan resmi yang mewakili institusi Kementerian Agama maupun secara pribadi. Beliau mengawali pesannya dengan doa-doa kebaikan agar tahun ini menjadi titik balik kemajuan bagi seluruh rakyat.
"Mewakili Kementerian Agama serta atas nama pribadi, saya Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia, mengucapkan selamat merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili bagi umat Konghucu dan seluruh warga yang merayakannya. Gong he xin xi, wan she ru yi. Kiranya tahun yang baru ini senantiasa melimpahkan ketenangan, kesehatan, kearifan, serta kemakmuran bagi kita semua," ungkap Menag dengan penuh ketulusan.
Lebih jauh dari sekadar ucapan selamat, Menag memanfaatkan momentum Imlek 2577 Kongzili untuk merefleksikan pentingnya nilai-nilai luhur dalam membangun negara. Menurut beliau, tahun baru ini harus menjadi pemantik untuk menghadirkan atmosfer yang jauh lebih damai dan penuh dengan kebijaksanaan di tengah interaksi sosial sehari-hari.
Salah satu poin krusial yang digarisbawahi oleh Menag adalah peran keadilan. Dalam masyarakat yang sangat majemuk seperti Indonesia, keadilan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan yang menjadi pilar tegaknya kedaulatan negara. Tanpa keadilan, harmoni di tengah keberagaman akan sulit tercapai.
"Prinsip keadilan merupakan fundamen paling mendasar dalam membina kehidupan bernegara. Apabila kita berhasil menegakkan keadilan secara nyata, maka masalah kemiskinan dapat kita tangani bersama melalui ikatan persaudaraan dan empati sosial yang kuat," tambah beliau.
Menteri Agama juga mengingatkan bahwa mewujudkan keadilan sosial bukanlah tugas individu atau pemerintah semata. Hal tersebut merupakan kerja kolektif yang membutuhkan semangat persaudaraan yang tulus. Menag memandang bahwa Tahun Baru Imlek adalah waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas antarwarga tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.
Upaya kolaboratif dalam membangun bangsa sangat ditekankan oleh beliau. Semangat berbagi dan saling menjaga (peduli sosial) harus menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. Dengan cara ini, gesekan sosial dapat diminimalisir dan digantikan dengan kerja sama yang produktif untuk memajukan kesejahteraan umum.
Menutup pesannya, Menag Nasaruddin Umar menaruh harapan besar agar perayaan Imlek 2577 Kongzili ini menjadi katalisator bagi persatuan nasional yang lebih solid. Kedamaian yang dibawa oleh semangat Imlek diharapkan mampu meresap ke dalam setiap sendi kehidupan rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
"Saya berharap peringatan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili mampu memperkokoh ikatan persatuan serta memantapkan keadilan sosial di seluruh penjuru Indonesia. Salam kebajikan bagi kita semua," pungkasnya.

Share this article
Menag Nasaruddin Umar beri ucapan Imlek 2577 Kongzili. Tekankan keadilan dan persaudaraan untuk hapus kemiskinan. Simak pesan lengkapnya!