AYOJAKARTA.COM - Situasi geopolitik yang terus memanas membuat banyak pihak kalang kabut, termasuk masyarakat Indonesia yang cemas akan kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Penutupan Selat Hormuz pascaserangan Amerika Serikat dan Israel memicu gangguan pelayaran tanker serta kekhawatiran serius terhadap pasokan energi global.
Jalur krusial ini mengangkut 20 persen pasokan minyak dunia dan hampir seluruh ekspor LNG Qatar, sehingga membuat negara pengimpor seperti China dan India sangat rentan.
Sebagai langkah darurat, produsen OPEC+ seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mulai meningkatkan ekspor melalui jalur pipa alternatif untuk menghindari wilayah konflik.
Ketegangan ini diperkirakan memicu lonjakan harga minyak mentah Brent yang berpotensi meningkatkan biaya logistik dan harga pangan di Indonesia akibat kenaikan harga solar.
Meskipun kinerja ekspor-impor nonmigas Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah cukup besar, dampak langsungnya terhadap perdagangan nasional masih dalam kajian lebih lanjut oleh BPS.
Melihat kondisi tersebut, ternyata banyak netizen yang menggantungkan harapannya pada Bobibos.
Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!) adalah bahan bakar nabati (BBN) inovatif hasil karya anak bangsa.
Bahan bakar ini dikembangkan dari konversi limbah pertanian yakni jerami dan diklaim ramah lingkungan.
Para warganet kemudian menyerbu postingan terbaru di akun Instagram Bobibos dengan sejumlah komentar.
"Bobiboss gimana kabarnya? bentar lagi bbm ketar ketir, saya harap bobibos bisa jadi alternatif secara nasional," tulis seorang netizen.
"Percepat Bobibos, Selat Hormuz dah di tutup nih," timpal warganet lainnya.
"Ayo bobibos kembangkan lagi iran sudah nutup selat Hormuz," kata salah satu netizen.
Ternyata publik berharap agar Bobibos bisa hidup lagi melanjutkan perjuangannya untuk menyediakan Bahan Bakar ramah lingkungan pengganti BBM fosil.
Terakhir, inovasi karya anak bangsa itu terkendala regulasi di Indonesia sehingga belum bisa diproduksi.
Alhasil Bobibos justru melanjutkan kiprahnya di negara tetangga, yakni Timor Leste.
Namun, janji untuk launching di Timor Leste juga hanya sekadar janji manis karena hingga kini belum terealisasi.
Akankah Bobibos bangkit dan melanjutkan kiprahnya untuk menyediakan BBM Ramah lingkungan di tengah situasi geopolitik yang terus memanas?***

Share this article
Penutupan Selat Hormuz picu krisis energi global & potensi kenaikan BBM. Publik pun berharap pada Bobibos, BBN dari jerami, namun inovasi ini masih terkendala regulasi dan belum resmi meluncur.