AYOJAKARTA.COM - Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, moda transportasi kereta api kembali menjadi pilihan utama masyarakat.
Kali ini, perhatian publik tertuju pada hadirnya Kereta Ekonomi Kerakyatan yang menawarkan tarif sangat terjangkau untuk perjalanan jarak jauh dari Stasiun Pasar Senen di Jakarta menuju Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta.
Kereta ini resmi beroperasi pada perjalanan Kereta Api (KA) Tambahan rute Pasar Senen–Lempuyangan pulang pergi sejak 11 Maret 2026.
Kehadirannya langsung menarik perhatian karena harga tiketnya yang hanya Rp175.000 untuk sekali perjalanan.
Program layanan baru ini dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia sebagai upaya menambah kapasitas penumpang sekaligus memberikan alternatif transportasi yang lebih terjangkau saat musim mudik.
Tak heran jika tiket kereta ini langsung diserbu masyarakat. Berdasarkan penelusuran melalui aplikasi Access by KAI, tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk perjalanan 14–31 Maret 2026 di KA Tambahan 7040 relasi Pasar Senen–Lempuyangan sudah habis terjual.
Yang tersisa hanya tiket kelas eksekutif dengan harga sekitar Rp570.000. Sementara untuk keberangkatan awal pada 11–13 Maret, tiket masih tersedia dalam jumlah terbatas.
Untuk perjalanan arah sebaliknya, yakni Lempuyangan menuju Pasar Senen melalui KA Tambahan 7039, tiket ekonomi masih tersedia pada periode 11–22 Maret dan 31 Maret, sedangkan untuk tanggal 23–30 Maret sudah ludes.
Rute ini memang menjadi salah satu jalur favorit masyarakat karena menghubungkan ibu kota dengan Yogyakarta, kota yang dikenal sebagai pusat pendidikan sekaligus destinasi wisata populer di Pulau Jawa.
Sepanjang perjalanan, kereta akan melewati sejumlah stasiun penting seperti Bekasi, Cikarang, Karawang, Cirebon, Purwokerto, Kroya, hingga Kutoarjo sebelum tiba di Yogyakarta.
Meski bertarif murah, fasilitas Kereta Ekonomi Kerakyatan telah mengalami peningkatan dibandingkan generasi sebelumnya.
Rangkaian kereta merupakan hasil modifikasi dari kereta ekonomi AC package yang dikerjakan di Balai Yasa Manggarai.
Setiap gerbong kini memiliki 93 kursi dengan konfigurasi 3–2, lebih sedikit dibandingkan kereta ekonomi lama yang mencapai 106 kursi.
Pengurangan jumlah kursi ini membuat ruang kaki penumpang menjadi lebih lega.
Selain itu, kursi juga dilengkapi fitur reversible yang memungkinkan arah kursi diputar menyesuaikan arah perjalanan kereta sehingga meningkatkan kenyamanan penumpang selama perjalanan jarak jauh.
Manager Humas Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menjelaskan bahwa kehadiran kereta ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat saat musim mudik.
Menurutnya, kereta ekonomi kerakyatan dihadirkan untuk memperluas akses perjalanan Lebaran dengan harga terjangkau namun tetap nyaman.
“Kereta Ekonomi Kerakyatan dihadirkan untuk memperluas akses perjalanan Lebaran. Kapasitas bertambah, kenyamanan meningkat, dan tarif terjangkau,” ujar Franoto.
Dengan kombinasi harga murah, fasilitas yang semakin baik, serta rute strategis Jakarta–Yogyakarta, Kereta Ekonomi Kerakyatan diprediksi akan terus menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat selama musim mudik Lebaran tahun ini.***
Share this article
KA Tambahan Ekonomi Kerakyatan rute Jakarta-Jogja (Rp175rb) resmi beroperasi. Tiket ludes terjual untuk puncak mudik. Meski murah, kursi kini lebih lega & bisa diputar demi kenyamanan penumpang.