AYOJAKARTA.COM - Proyek bahan bakar alternatif Bobibos terus menunjukkan kemajuan pesat di Timor Leste.
Saat ini, tim manajemen sedang menjalankan tahap produksi skala kecil atau pilot project.
Sebelum memulai produksi dalam jumlah besar, mereka melakukan aksi sosial yang nyata.
Bobibos mulai membagikan bensin dan solar secara gratis kepada warga sekitar.
"Produksi skala kecil telah dilakukan di Timor Leste. BOBIBOS bensin dan solar terus dibagikan gratis ke warga sekitar secara acak untuk pengujian," tulis pihak pengelola Bobibos dalam postingan yang diunggah ke media sosial Instagram pada Senin, 1 Juni 2026.
"Nantinya, BOBIBOS akan launching secara resmi disaksikan oleh para petinggi negara Timor Leste. Sebelum melakukan produksi massal. Persiapan persiapan tengah dilakukan. Mohon doanya, niat baik kami menghadirkan energi bersih dan murah selalu dimudahkan. Amin," sambungnya lagi.
Pembagian bahan bakar ini dilakukan secara acak untuk tujuan pengujian. Warga lokal menyambut baik inisiatif ini karena harga bahan bakar fosil yang terus meningkat.
Langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju peluncuran resmi. Pihak pengelola meminta dukungan doa agar niat menghadirkan energi bersih ini berjalan lancar.
Bobibos adalah inovasi bahan bakar nabati (BBN) yang sangat unik. Bahan dasar utamanya adalah jerami atau limbah pertanian.
Meskipun berasal dari limbah, kualitasnya tidak main-main. Melalui proses pemurnian di kilang, Bobibos mampu menghasilkan angka oktan tinggi mencapai RON 98.
Kualitas ini dinilai setara atau bahkan lebih baik daripada bahan bakar fosil komersial.
Proses produksi awal ini dipusatkan di wilayah Hera. Lokasi tersebut sudah dilengkapi dengan infrastruktur kilang dan gudang penyimpanan yang memadai.
Pemerintah Timor Leste memberikan dukungan penuh untuk kesuksesan proyek ini.
Dukungan tersebut mencakup penyediaan lahan seluas 25.000 hektare. Lahan luas ini akan digunakan untuk memastikan ketersediaan bahan baku jerami di masa depan.
Manajemen Bobibos menargetkan volume produksi massal yang cukup besar. Target awal produksi adalah sebesar 4 juta liter bahan bakar.
Produksi massal akan dimulai segera setelah acara peluncuran resmi selesai dilaksanakan.
Jadwal peresmian ini sedang menunggu kepastian dari Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao.
Selain fokus pada produksi, faktor keamanan juga sangat diperhatikan. Inovasi bahan bakar jerami ini wajib melewati uji teknis dan uji jalan.
Pengujian dilakukan di laboratorium independen seperti Lemigas di Indonesia.
Hal ini dilakukan untuk memastikan performa optimal pada mesin kendaraan masyarakat.
Kehadiran Bobibos diharapkan menjadi solusi di tengah krisis energi global.
Timor Leste sangat membutuhkan bahan bakar alternatif yang lebih terjangkau untuk mengurangi ketergantungan pada minyak impor.
Kerja sama ini merupakan hasil inisiatif dari Wakil Ketua Kamar Dagang Timor Leste, Rui Castro.
Ia melihat potensi besar Bobibos saat berkunjung ke lokasi produksi di Indonesia sebelumnya.***
Share this article
Proyek bahan bakar jerami Bobibos di Hera, Timor Leste, uji coba bagi bensin RON 98 gratis ke warga. Didukung lahan 25.000 ha, produksi massal 4 juta liter tunggu peluncuran resmi PM Xanana Gusmao.