AYOJAKARTA.COM - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengingatkan peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 untuk berhati-hati terhadap pengumuman kelulusan palsu yang beredar.
Pihak BKN menegaskan bahwa mereka tidak pernah bekerja sama dengan lembaga bimbingan atau pihak ketiga dalam proses seleksi CPNS.
Pengumuman kelulusan palsu biasanya disebarkan melalui pesan teks, email, atau media sosial.
Pesan-pesan ini sering kali mengatasnamakan BKN atau instansi pemerintah lainnya, dengan menyatakan bahwa peserta telah dinyatakan lulus seleksi.
Beberapa dari mereka bahkan menjanjikan kelulusan lebih lanjut dengan imbalan sejumlah uang.
BKN menegaskan bahwa seluruh proses seleksi CPNS dilakukan secara transparan dan resmi, tanpa ada pungutan biaya.
Ada beberapa ciri-ciri pengumuman kelulusan palsu yang harus diwaspadai peserta.
Pertama, pengumuman palsu biasanya menggunakan bahasa yang tidak formal dan tidak sesuai dengan standar pengumuman resmi dari instansi pemerintah.
Kedua, pesan tersebut sering kali mencantumkan link atau tautan yang mencurigakan, serta meminta peserta untuk mengisi data pribadi atau melakukan pembayaran untuk memfasilitasi kelulusan.
Ciri ketiga adalah tawaran bimbingan belajar atau pelatihan untuk tahapan tes berikutnya, seperti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
Penipuan ini sering kali disertai janji-janji kelulusan dengan syarat mengikuti program bimbingan tertentu.
Dalam pesan-pesan tersebut, pelaku penipuan juga biasanya mengklaim bekerja sama dengan BKN atau lembaga terkait, padahal BKN secara tegas menyatakan tidak berafiliasi dengan pihak mana pun dalam penyelenggaraan seleksi CPNS.
Selain itu, penipuan kelulusan seleksi CPNS 2024 sering kali memberikan tenggat waktu yang mendesak untuk merespons.
Hal ini dilakukan agar peserta seleksi tidak memiliki waktu untuk memverifikasi keaslian informasi yang diterima.
BKN mengimbau peserta untuk tidak tergesa-gesa dalam merespons pesan yang mencurigakan dan selalu memeriksa informasi melalui situs resmi.
Untuk memastikan keaslian pengumuman kelulusan, peserta seleksi CPNS 2024 diminta untuk selalu memeriksa pengumuman resmi yang hanya akan disampaikan melalui situs web resmi BKN atau instansi terkait.
BKN juga mengingatkan peserta untuk tidak memberikan informasi pribadi kepada pihak ketiga yang tidak jelas, terutama terkait dengan nomor induk kependudukan (NIK), nomor pendaftaran, atau rincian keuangan.
BKN menegaskan bahwa tidak ada pihak yang bisa menjamin kelulusan seleksi CPNS, kecuali hasil yang didapatkan melalui proses resmi dan transparan.
Segala bentuk tawaran bantuan yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan adalah murni penipuan. Oleh karena itu, peserta harus lebih waspada dan tidak mudah tergiur oleh tawaran-tawaran tidak bertanggung jawab.
Sebagai langkah pencegahan, BKN juga meminta masyarakat untuk melaporkan segala bentuk penipuan terkait seleksi CPNS.
Laporan dapat disampaikan melalui kanal resmi pengaduan BKN atau instansi pemerintah lainnya. Informasi resmi seputar proses seleksi, termasuk jadwal dan hasil kelulusan, hanya akan diumumkan melalui platform resmi BKN.
Menghadapi tahapan tes berikutnya, seperti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), BKN juga menekankan pentingnya persiapan yang matang tanpa harus bergantung pada pihak ketiga.
Peserta disarankan untuk memanfaatkan sumber belajar resmi dan terpercaya.
Keberhasilan dalam seleksi CPNS hanya bisa dicapai melalui usaha dan kerja keras, bukan dengan janji-janji kelulusan instan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Share this article
Pihak BKN menegaskan bahwa mereka tidak pernah bekerja sama dengan lembaga bimbingan atau pihak ketiga dalam proses seleksi CPNS.