Termasuk Dalam Kategori Jenis Penyakit Paling Mematikan, Joko Widodo Bantah Sedang Mengalami Steven Johnson Syndrome!

Termasuk Dalam Kategori Jenis Penyakit Paling Mematikan, Joko Widodo Bantah Sedang Mengalami Steven Johnson Syndrome!
Termasuk Dalam Kategori Jenis Penyakit Paling Mematikan, Joko Widodo Bantah Sedang Mengalami Steven Johnson Syndrome!

AYOJAKARTA.COM – Istilah Steven Johnson Syndrome atau SJS, sempat diberikan kepada Presiden Ketujuh Indonesia Joko Widodo.

Adanya kelainan pada bagian kulit wajah hingga tampak pada bagian tangan Joko Widodo usai kembali dari Vatikan, ditengarai akibat Steven Johnson Syndrome atau SJS.

Meski dugaan Steven Johnson Syndrome atau SJS sempat disanggah orang terdekat di lingkaran Joko Widodo, sebagian kalangan justru belum mampu mengimaninya.

Baca Juga: Dianggap Sebagai Hasil Kerja Operasi Intelijen yang Hebat, Benarkah Joko Widodo Mengalami Gangguan Kepribadian?

Menurut Kompol Syarif Fitriansyah yang merupakan Ajudan Jokowi, kondisi kesehatan kulit Presiden Ketujuh Indonesia saat ini sudah membaik.

“Kalau kita lihat secara visual, kulit Bapak memang agak berubah, tapi secara fisik Beliau sangat-sangat sehat walafiat,” ungkap Kompol Syarif dikutip Ayojakarta dari YouTube Official iNews.

Lebih lanjut Kompol Syarif menambahkan, perubahan pada bagian kulit Jokowi terjadi akibat adanya alergi yang menyebabkan timbulnya peradangan.

Pernyataan terkait kondisi kesehatan kulit Jokowi tersebut disampaikan langsung saat merayakan hari jadi ke-64 pada 21 Juni 2025 lalu.

Baca Juga: Perayaan HUT ke-498 Kota Jakarta Berjalan Meriah, Seniman Betawi Mendesak Agar Pejabat Daerah Tidak Melupakan Sejarah!

Terkait munculnya anggapan mengenai kondisi kesehatan Jokowi yang disebabkan oleh salah satu syndrome paling mematikan, dr. Riza Ramadhani, Sp.DV memberi penjelasan.

Menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, SJS merupakan bentuk reaksi berlebihan atau hipersensitivitas yang dilakukan oleh tubuh terhadap suatu kondisi eksternal.

Selain disebabkan karena mengkonsumsi obat Allopurinol dan Antibiotik yang berlebih, reaksi berlebihan juga dapat ditimbulkan akibat infeksi virus ataupun bakteri.

Pada kondisi yang cukup ekstrim, SJS dapat menyebabkan terjadinya kematian sel pada kulit atau dalam istilah medis dikenal dengan Nekrosis.

Baca Juga: Politisi Senior PDIP Ungkap Fakta Mengejutkan Tentang Joko Widodo! Ternyata Bukan Sekedar Ijazah Palsu, Tapi Juga Ini

“Nekrosis itu akan menyebabkan bagian kulit paling luar atau epidermis itu sangat mudah terlepas,” terang dr. Riza dikutip Ayojakarta dari Youtube Sentra Media Hospital Group.

Disamping terdapat pada bagian tubuh dan area wajah, pelepasan epidermis juga berpotensi terjadi pada kulit kelamin.

Seseorang yang mengalami SJS, menurut dr. Riza akan mengalami sejumlah gejala seperti batuk, pilek, peradangan pada tenggorokan yang disertai dengan melemahnya tubuh.

Diawali dengan bercak atau ruam pada bagian permukaan kulit khususnya area wajah, gejala akan meningkat hingga menjadi seperti mengalami lepuhan.

Baca Juga: Update Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 PT Pos dan Status Bantuan Tambahan Rp400 Ribu, Pencairan Mulai Terlihat!

Bercak lepuhan pada bagian kulit, menurut dr. Riza akan berisi cairan yang akan menyebar saat terkena gesekan.

Tampilan fisik seseorang yang mengalami SJS, menurut dr. Riza akan terlihat seperti baru saja mengalami luka bakar.

Penanganan yang tidak sesuai aturan medis seperti pemeriksaan dan pemberian cairan serta Nasogastrik sebagai pengganti makanan, dapat menyebabkan kematian. ***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Steven Johnson Syndrome atau SJS
# Kulit
# Joko Widodo

News Update

Sport

Mau Nobar Final Piala Dunia? Polda Metro Jaya: Dilarang Bawa Miras!

Jelang final Piala Dunia Spanyol vs Argentina, Polda Metro Jaya mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat yang berencana menggelar nonton bareng (nobar).

Pendidikan

Hore! Pramono Anung Pastikan 85 Mahasiswa ITB Asal Jakarta akan Dapat Bantuan Beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta

Sebanyak 85 mahasiswa asal DKI Jakarta dari keluarga kurang mampu yang telah diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) dipastikan akan mendapatkan dukungan beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta.

News

Baru 2 Hari Dimulai Kembali, Dugaan Keracunan Akibat Konsumsi MBG di Jember! BGN Janji akan Evaluasi

dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember, Jawa Timur.

Metropolitan

Demi Atasi Kemiskinan, Presiden Prabowo Siap Pangkas Anggaran TNI-Polri: Rela Ya?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan penghapusan kemiskinan dan kelaparan di tanah air.

News

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

PWI Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan keterangan kepada media di lingkungan Kejaksaan Agung.

Metropolitan

Sentil yang Sebut Harga Beras Mahal, Presiden Prabowo: Suruh Ikut Tanam Padi Sendiri

Tak berikan solusi, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan menohok bagi pihak-pihak yang menilai harga beras saat ini terlalu mahal.

Bisnis

Berkat Pelatihan dan KUR BRI, Usaha C'milzea Rosyidah Terus Berkembang

BRI mendukung Rosyidah mengembangkan usaha olahan hasil laut melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan KUR BRI.

Bekasi

Geram! MenPPPA Arifah Fauzi Pastikan Kawal Kasus Bocah 4 Tahun di Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan akan mengawal ketat proses hukum terhadap kasus bocah di Bekasi yang dianaya ibu tiri.

Metropolitan

Catat! Pemprov DKI Hentikan Sistem 'Open Dumping' di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Pemprov DKI Jakarta secara resmi akan mulai meninggalkan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta Selatan

Viral di Medsos dan Terekam CCTV, Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jaksel Didenda Rp500 Ribu!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah liar di wilayah Jakarta Selatan.

Metropolitan

Secara Bertahap, TPST Bantargebang Mulai Terapkan Sistem Controlled Landfill per 1 Agustus 2026, Apa Itu?

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap.

Metropolitan

Waspada Hujan Ringan di Jakut dan Jaksel, Simak Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu 19 Juli 2026

BMKG bagikan informasi seputar cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2026.

Viral

Fritz Hutapea Bongkar Borok Aspri Pertama Hotman Paris yang Kini Dituding Jadi Makelar Kasus

Anak kandung Hotman Paris Hutapea, Fritz Hutapea, tak segan untuk membongkar borok Benny Djannah atau Nurbaeny Janah.

Nasional

Mengenal Patris Yusrian Jaya, Calon Kepala Badan Pemulihan Aset yang Baru di Kejagung

Jaksa Agung usulkan Kajati DKI Patris Yusrian Jaya jadi Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi pada Juli 2026. Patris memiliki kekayaan Rp8,3 miliar berdasar LHKPN 2024.

Gaya Hidup

Lewat BRI Wellness Experience, BRI dan Plataran Indonesia Perkuat Ekosistem Wellness

BRI Gandeng Plataran Indonesia hadirkan BRI Wellness Experience, dukung gaya hidup sehat dan perkuat ekosistem wellness.

Nasional

Rekam Jejak Kuntadi, Pembongkar Kasus Harvey Moeis yang Kini Calon Kuat Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah

Jaksa Agung usulkan Kuntadi sebagai Jampidsus baru menggantikan Febri Adriansyah. Peraih Adhyaksa Award 2024 pembongkar kasus korupsi timah ini telah disetujui Presiden Prabowo pada Juli 2026.

Bisnis

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Atas Petugas Tenant Nitrogen Merokok di SPBU

Pertamina Patra Niaga tindak tegas petugas tenant nitrogen yang merokok di area SPBU demi menjaga standar keselamatan operasional.

Bisnis

Dukung Usaha Ekonomi Sirkular, Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi PNM

Menteri PPPA dan Kepala BPS apresiasi pemberdayaan PNM untuk usaha ekonomi sirkular yang terbukti dongkrak kemandirian ekonomi.

Gadget

Spesifikasi Red Magic 11S Pro, HP Gaming Snapdragon 8 Elite dengan Baterai Raksasa 7.500 mAh

Red Magic 11S Pro Rp22 juta ditenagai Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4,2 juta). HP gaming tanpa tompel ini bawa bodi transparan, sistem pendingin Aquacore kipas 24k RPM, serta baterai raksasa 7.500 mAh.

Teknologi

Bisa Disulap Jadi PC Desktop, Lenovo Legion Tab Gen 5 Andalkan Fitur Bypass Charging untuk Gamers

Lenovo Legion Tab Gen 5 jadi tablet gaming resmi terkencang dengan Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4 juta). Layarnya IPS 3K 165Hz, bawa fitur Bypass Charging, baterai 9000 mAh, dan bisa jadi PC desktop.