AYOJAKARTA.COM - Setiap tahun ribuan jemaah Indonesia tiba di Madinah untuk melaksanakan ibadah haji dan juga beribadah di Masjid Nabawi.
Tidak jarang di tengah keramaian dan luasnya area masjid jemaah kehilangan arah apalagi bagi yang baru pertama kali tiba di Madinah dan belum hafal rute ke hotel.
Kondisi fisik yang lelah perbedaan cuaca hingga keterbatasan bahasa seringkali membuat jemaah kebingungan saat ingin pulang ke penginapan.
Seperti yang dialami oleh Marfuah dan adiknya, dua jemaah asal Indonesia yang terpisah dari rombongan saat menjalankan ibadah di Masjid Nabawi.
Saat hendak pulang keduanya hanya bisa terduduk lemas di depan salah satu gerbang keluar masjid karena telepon seluler mereka mati dan tidak hafal alamat hotel.
Kondisi tersebut tentu membuat panik mengingat waktu semakin larut. Tidak hanya Marfuah seorang jemaah bernama Miss Pari juga mengalami hal serupa.
Beruntung ia masih membawa ponsel yang bisa digunakan petugas untuk menghubungi rekannya meski ia juga sempat kehilangan alas kakinya saat beribadah di masjid.
Petugas haji Indonesia di Masjid Nabawi akan selalu siaga 24 jam untuk membantu jemaah yang tersesat, kelelahan, ataupun mengalami masalah lainnya.
Petugas tidak hanya mengantar jemaah kembali ke hotel, tetapi juga memberikan layanan kesehatan, bantuan informasi hingga memastikan keselamatan jemaah lansia yang sering kesulitan berjalan.
Komunikasi menjadi tantangan tersendiri karena petugas harus mampu berinteraksi dengan berbagai latar belakang bahasa daerah dan kondisi kesehatan jemaah.
Bahkan beberapa jemaah lansia tidak dapat berkomunikasi lancar dalam bahasa Indonesia sehingga petugas dituntut memahami dialek lokal dan kondisi fisik mereka.***
Baca Juga: Tahapan SPMB Ajaran 2025/2026 di Wilayah Jakarta, dari Pengumuman Pendaftaran hingga Hasil Seleksi

Share this article
Jemaah haji RI kerap tersesat di Masjid Nabawi. Petugas siaga 24 jam bantu antar ke hotel & beri layanan kesehatan serta info.