AYOJAKARTA.COM - Sebuah video beredar luas di media sosial yang menampilkan Fahri Hamzah, mantan Wakil Ketua DPR RI, menyebut bahwa Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin akan menjadi tersangka usai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Video tersebut diunggah akun TikTok @ompunet dari sumber Facebook @RamliRam. Kemudian video berdurasi sekitar 90 menit itu disebarkan @gojekmilitan di platform Twitter pada 30 Januari 2024.
Dalam video tersebut, Fahri Hamzah tampak sedang berada dengan sekelompok orang.
Baca Juga: 4 Kota Termistis dan Horor di Indonesia, Ada yang Dijuluki Kota Santet?
Menurut keterangan dalam video, Fahri Hamzah sedang berdiskusi dengan sejumlah aktivis di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.
"Yang tersangka usai pilpres ini adalah Anies Baswedan dan Cak Imin," jelas Fahri.
Namun, dalam video tersebut tidak dijelaskan kasus apa yang menjerat pasangan nomor urut 1 tersebut.
Rumor Anies Baswedan yang akan menjadi tersangka adalah isu lama.
Sebelumnya rumor tersebut sudah pernah disampaikan eks wakil menteri hukum Denny Indrayana dalam cuitannya di X.
Pada 21 Juni 2023, Denny mengunggah tulisan dengan judul "Cawe-cawe Jokowi Menjegal ABeWE, MAU RIBUT MENUNDA PEMILU? Anies segera jadi tersangka korupsi di KPK"
"Kabar itu sudah menjadi informasi yang beredar di banyak kesempatan. Bukan hanya saya, banyak yang sudah menyatakannya. Feri Amsari, Zainal Arifin Mochtar, misalnya, dalam beberapa podcast sudah menyatakan, pentersangkaan adalah salah satu skenario pamungkas Istana untuk menjegal Anies Baswedan menjadi kontestan dalam Pilpres 2024." tulis Denny di paragraf pertama.
"Setelah KPK 19 kali ekspose, ini pemecah rekor, seorang anggota DPR menyampaikan, Anies segera ditersangkakan. Semua komisioner sudah sepakat. Makin terbaca, kenapa masa jabatan para pimpinan KPK diperpanjang MK satu tahun. Untuk menyelesaikan tugas memukul lawan-oposisi, dan merangkul kawan-koalisi, sesuai pesanan kuasa status quo" lanjutnya
"Satu-persatu, tulisan saya di 24 April 2023 itu mulai terbukti. Saya berharap, Presiden Jokowi menghentikan cawe-cawenya, termasuk mentersangkakan dan menjegal Anies. Kalau masih diterus-teruskan, menjadi pertanyaan apa maksud dan tujuannya? Salah satu hipotesis yang tidak terhindar terlintas di kepala saya adalah, Presiden Jokowi justru mengundang ketidakpastian dan kegaduhan, yang ujungnya menunda pemilu, dan memperpanjang masa jabatannya sendiri. Semoga hipotesis saya keliru," akhirnya.
Dikutip dari Republika, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron tidak mau menanggapi rumor tersebut.
"Itu kan katanya Pak Denny. Jadi saya kira yang bisa mengklarifikasi (atau) membenarkan adalah Pak Denny, bukan kami," jelas Ghufron, dikutip Selasa 30 Januari 2024.
Dia menambahkan saat ini kasus Formula E yang disebut-sebut menjerat Anies masih dalam tahap penyelidikan, sehingga belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.***

Share this article
Viral di media sosial yang menampilkan Fahri Hamzah, mantan Wakil Ketua DPR RI, sebut Anies Baswedan dan Cak Imin akan jadi tersangka...