AYOJAKARTA.COM – Dalam sidang kasus kopi sianida yang menyeret Jessica Wongso sebagai tersangka, Kriminolog Ronny Nitibaskara hadir sebagai sksi ahli.
Sebagaimana dengan sejumlah saksi ahli lainnya, kehadiran Ronny Nitibaskara juga untuk memastikan keterlibatan Jessica Wongso dalam kematian Mirna.
Saat memberikan kesaksian, Ronny Nitibaskara yang kini sudah almarhum sempat mencurigai adanya rekayasa dalam rekaman CCTV Jessica Wongso.
Pernyataan tersebut sempat dikemukakan Ronny Nitibaskara secara gamblang ketika memberi kesaksian di ruang sidang.
Meski sempat mencurigai adanya potensi tersebut, namun Ronny Nitibaskara terus memberikan kesaksian berdasarkan video hasil rekaman CCTV.
Sehubungan dengan kesaksian yang pernah diberikan kriminolog tersebut, saksi ahli digital forensik di kubu Jessica Wongso memberikan tanggapan.
Menurut Rismon Sianipar, kecurigaan yang sempat diungkapkan Ronny Nitibaskara dalam ruangan sidang sangat berpeluang menciptakan perubahan.
Kemampuan atau kompetensi maupun kualifikasi yang dimiliki Ronny Nitibaskara sebagai kriminolog, menurut Rismon memiliki pengaruh besar.
Sayangnya, kecurigaan tersebut tidak dilakukan pendalaman oleh Ronny Nitibaskara, sehingga berdampak pada putusan hakim.
Terkait dengan kecurigaan tersebut, pernyataan kriminolog Ronny Nitibaskara juga sempat dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh majelis hakim.
Dalam berkas resmi, keterangan yang dimiliki dan didapat Ronny Nitibaskara hanya bersumber dari rekaman CCTV.
Rekaman tersebut, sempat dilihat langsung oleh Ronny Nitibaskara ketika berada di Polda Metro Jaya.
“Sebenarnya ada kecurigaan dari Ronny Nitibaskara, tapi sayangnya tetap dilanjutkan,” ungkap Rismon melalui kanal YouTube-nya.
Di samping Ronny Nitibaskara, jaksa penuntut umum juga menghadirkan sejumlah saksi ahli lainnya seperti Profesor Sarlito Wirawan almarhum, serta Antonia Ratih Andjayani.
Para saksi ahli tersebut, menurut Rismon merupakan sejumlah tokoh kenamaan yang sebenarnya merupakan korban dari rekayasa rekaman video.
"Mirisnya Bapak Ronny Nitibaskara diperalat oleh mereka untuk lebih meyakinkan hasil kerja rekayasa M. Nuh dan Christopher Rianto,” ungkap Rismon.
Ketidak yakinan para saksi ahli yang berada di kubu jaksa penuntut umum, menurut Rismon memberikan julukan bagi para saksi tersebut.
Julukan yang diberikan Rismon, merupakan tanggapan atas anggapan kekeliruan dalam menempatkan kemampuan akademiknya di posisi yang keliru.
“Jadi mereka seperti cheer leader atau tim hore yang menguatkan hasil rekayasa, untuk meyakinkan Hakim Binsar,” ungkap Rismon.
Masih melalui kanal YouTube-nya, Rismon secara tegas juga menyayangkan warisan citra yang ditinggalkan oleh Ronny Nitibaskara selaku saksi ahli di kasus kopi sianida.
“Sayang sekali Ronny Nitibaskara menganalisa dari video hasil rekayasa M. Nuh dan Christopher Rianto,” pungkas Rismon.***

Share this article
Dalam sidang kasus kopi sianida yang menyeret Jessica Wongso sebagai tersangka, Kriminolog Ronny Nitibaskara hadir sebagai sksi ahli.