AYOJAKARTA.COM - Aksi gimmick yang dilakukan oleh calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka, diatas panggung saat debat keempat dianggap gagal.
Hal ini disampaikan oleh Pakar Komunikasi Politik Lely Arriane, yang menilai bahwa aksi Gibran Rakabuming gagal sampaikan pesan-pesannya.
Lely Arriane menyebut, terlihat awalnya Gibran Rakabuming ingin menarik perhatian audiens namun sayangnya dengan adanya gimmick tersebut simpati dari audiens malah berbalik negatif.
“Gimmick yang dimaksudkan untuk menarik perhatian audiens untuk menaruh simpati kepadanya justru berbalik, malah bertolak belakang dengan pemaparan yang dia sampaikan,” kata Lely Arriane, dikutip Ayojakarta.com dari kanal Youtube Metro TV, Selasa, 23 Januari 2024.
Lely Arriane pun menambahkan dengan adanya hal ini semua yang diucapkan oleh Gibran Rakabuming terlihat seolah seperti wacana belaka.
Tidak hanya itu, Lely pun menegaskan bahwa pesan komunikasi tidak tergantung pada siapa yang menyampaikan pesan tersebut.
“Jadi apa yang dikatakan Gibran menurut saya kali ini berbeda dengan debat pertama kemarin. Gibran justru gagal mengkomunikasikan pesan-pesannya kepada audiens,” tandanya.
Diketahui, Gibran sempat melakukan beberapa aksi yang dinilai melanggar etik dan melanggar peraturan dalam debat.
Salah satu aksi yang dilakukan oleh Gibran yaitu saat ia melontarkan sebuah pertanyaan mengenai inflasi hijau atau green flation kepada Mahfud MD.
Awalnya, Mahfud MD memberikan sebuah penjelasan mengenai cara mengatasi inflasi hijau seperti yang diminta Gibran.
Namun, Gibran melakukan sebuah gestur tubuh yang celingak-celinguk seolah-olah dirinya sedang mencari sesuatu.
Ternyata gestur tubuh yang dilakukan oleh Gibran tersebut, bermaksud untuk mencari jawaban dari lawan debatnya.
Dengan aksi yang dilakukan oleh Gibran itu, sontak mendapatkan banyak sorotan dari berbagai pihak hingga di media sosial.***

Share this article
Gibran Rakabuming dinilai gagal sampaikan pesan politik usai lakukan gimmick dalam debat cawapres, Minggu (21/1/2024).