AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini beredar video yang memperlihatkan bahwa Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia sedang memberikan sebuah pidato.
Dalam pidato yang disampaikan Sri Mulyani, ada pesan 'isyarat' terkait Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 yang akan segera digelar.
Video yang diunggah oleh akun TikTok @fadjroelrachman7 menayangkan pidato Sri Mulyani dengan memberikan caption "pesan Sri Mulyani".
Tak hanya itu saja, dalam video TikTok itu juga tertulis keterangan "Jangan Pilih Pemimpin yang Emosian".
Pidato Sri Mulyani menyinggung rasa emosional di dalam diri dan menjadi generasi yang harus bisa membaca data untuk kemajuan RI.
"Di mana kalian nggak mampu belajar, nggak mampu bisa berpikir maju, nggak bisa baca data, nggak menganalisa data, tidak bisa menghasilkan pemikiran baru, maka Negara itu bisa menghasilkan kemunduran," tutur Sri Mulyani.
Baca Juga: BLT El Nino 2023 Rp 400 Ribu Kapan Cair? Begini Kata Menkeu Sri Mulyani
"Sekali Anda berada di perangkap itu (kemunduran), Anda dan rakyatnya makin gelisah, makin marah, makin emosi, makin emosi, orang yang emosi itu pasti tidak akan menyelesaikan masalah. Bener kan?," lanjutnya.
Kemudian Menkeu memberikan contoh emosional di dalam kehidupan sehari-hari.
"Di dalam kehidupan sehari-hari saja, boleh mau berantem sama temen, mau sama orang tua, sama kakak adik, sekali sangat emosi, meledak saja, dan itu yang terjadi, biasanya itu merusak saja kalau emosional," jelas Menkeu RI.
Baca Juga: Sri Mulyani Disebut-Sebut gabung Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid Ungkap Hal Ini
"Makanya, saya menyatakan dalam forum ini mendikte dengan mengatakan data, ini adalah permulaan yang baik, kebiasaan yang baik. Negara yang mau baca data, itu biasanya rasionalitasnya menjadi terlatih, emosinya menjadi bisa dikelola" katanya.
Sontak Sri Mulyani mengatakan sosok orang yang tak mahir membaca data maka sangat mudah terprovokasi.
"Orang yang nggak bisa baca data, mudah sekali diprovokasi. Kasih sedikit di klik-klik, emosi. Mengilik emosi itu gampang banget, entah karena sentimen suku, agama, ras, nasionalisme, ketidakadilan, itu sangat mudah memprovokasi. Dan sekali Anda masuk ke dalam perangkap emosi, ya sama seperti kehidupan sehari-hari kalau Anda tiap hari emosi terus, orang juga melihat kalian udah ogah gitu. Ini manusia labil banget sih, tidak bisa diandalkan atau tidak bisa diajak ngomong," ungkapnya.
"Kalau satu orang sudah sakit perut, apalagi satu Negara dibikin emosi," tambahnya.
Lebih jauh, Sri Mulyani mendadak memberikan 'isyarat' menjelang Pemilu 2024 untuk tidak apa-apa berbeda pilihan, tetapi tetap rasional.
"Jadi saya akan mengatakan, menjelang ini mau Pemilu, Anda boleh berbeda pilihan, siapa saja yang Anda pilih, itu adalah hak Anda sebagai warga negara, tapi gunakan secara rasional, baca data, baca statement, lihat dan pilih, melalui jalur mana Indonesia akan maju ke depan," ujar Sri Mulyani. ***

Share this article
Sri Mulyani sempat menyinggung rasa emosional di dalam diri dan menjadi generasi yang harus bisa membaca data untuk kemajuan RI.