AYOJAKARTA.COM – Belakangan ini kasus Jessica Wongso kembali mendapat perhatian dari publik.
Hal ini tidak lain usai rilisnya film dokumenter dari Netflix Ice Cold, seakan membuka mata publik sehingga banyak dukungan mengalir terhadap Jessica Wongso.
Kasus kopi sianida ini membuat salah satu ahli yang pada saat persidangan yang didatangkan oleh kubu Jessica Wongso kembali buka suara.
Baca Juga: Mau Turunkan Berat Badan dengan Cara Sehat? Yuk Buat 4 Sarapan Ini untuk Menu Diet
Saksi ahli ini adalah Rismon Sianipar yang pada saat awal kasus kematian Mirna Salihin ditunjuk oleh kuasa hukum Jessica Wongso sebagai saksi ahli digital forensik.
Dalam sebuah podcast Bravos Radio Indonesia dikatakan bahwa kredibilitas dan keahliannya sebagai saksi ahli dalam sidang kasus Jessica Wongso pada 2016 silam diragukan.
Bahkan Rismon Sianipar disebut menjadi bulan-bulanan dari tim jaksa penuntut umum dengan diberikan banyak pertanyaan.
“Rismon Sianipar dia yang memang beliau ini yang didatangkan ke peradilan Jessica pada saat itu oleh kuasa hukum sebagai ahli digital forensik,” ujar Karna Adibrata dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Bravos Radio Indonesia, Jumat (15/12/2023).
“Terlihat disana seorang ahli yang didatangkan dalam peradilan menjadi bulan-bulanan dari tim Jaksa. Dan di sana terlihat bahwa seorang Rismon Sianipar menjadi bulan-bulanan dan dijatuhi banyak pertanyaan,” sambungnya.
Ahli digital forensik ini mengakui hal tersebut, ia pun menceritakan beberapa pengalaman yang didapatkan ketika menjadi saksi ahli yang didatangkan kuasa hukum saat sidang kasus Jessica Wongso.
Menurutnya pada saat itu ada hal yang agak konyol terkait pertanyaan yang diberikan oleh jaksa kepada dirinya.
“Memang seperti itu, yang paling saya ingat itu pertanyaan yang mungkin agak konyol ya. Tentang sertifikasi laptop, saya kira itu pertanyaan di luar nalar sama sekali,” kata Rismon Sianipar.
“Karena sertifikasi laptop itu urusan pabrikannya, kalau kita urusannya Anda pakai OS berapa bit itu kaitannya dengan resolusi dari aplikasi yang kita gunakan kan,” imbuhnya.
Yang mengejutkannya lagi Rismon Sianipar secara blak-blakan mengaku mendapatkan ancaman dari seseorang pada saat di persidangan usai menyampaikan kesaksiannya.
“Satu lagi pada saat persidangan itu, ya saya nggak bisa sebutkan namanya ya. Tapi pada saat di persidangan di akhir itu ada seseorang yang terlihat menyalami saya,” ujarnya.
“Nggak bisa saya sebut namanya, ada ancaman di mana dia mengatakan ‘Ini tidak selesai di sini kita akan selesaikan di luar pengadilan’ itu ancaman itu saya pikir saya bilang silakan,” tambahnya.
Baca Juga: Lakukan 3 Kebiasaan Ini Buat Kamu Jadi Lebih Pintar, Nomor 1 Penting Banget Dilakukan
Ahli digital forensik tersebut mengatakan bahwa ada risiko yang harus ditanggung ketika sedang menegakkan kebenaran dan keadilan.
Apapun risikonya akan tetap dijalankan dan Rismon Sianipar menegaskan kembali bahwa dirinya tidak akan bisa dibungkam hanya karena adanya ancaman tersebut.***

Share this article
Saksi ahli ini adalah Rismon Sianipar yang pada saat awal kasus kematian Mirna Salihin ditunjuk oleh kuasa hukum Jessica Wongso