Singgung soal 'Orang Dalam' yang Menyebalkan, Anies: Etika Luntur, Fenomena Itu Terjadi di Pusat

Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan menyinggung soal adanya fenomena orang dalam (ordal) yang cukup menyebalkan.
Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan menyinggung soal adanya fenomena orang dalam (ordal) yang cukup menyebalkan.

AYOJAKARTA.COM — Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan menyinggung soal adanya fenomena orang dalam (ordal) yang cukup menyebalkan.

Pasalnya menurut Anies Baswedan, fenomena ordal ini memuluskan jalan seseorang untuk mendapatkan apa yang ia mau secara tidak fair.

Tentu saja ini membuat banyak pihak merasa dirugikan dengan adanya fenomena ordal karena yang benar-benar berkualitas akan kalah dengan yang punya kekuatan orang dalam.

Permasalah fenomena ordal ini disampaikan Anies kepada Prabowo dalam debat perdana Pilpres 2024 pada Selasa, 12 Desember 2023 malam lalu.

Baca Juga: Apakah Prabowo Subianto Benar-benar Menolak untuk Mengkritik Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan dalam Debat Pertama? TKN Berikan Penjelasan Begini

Anies pun mengungkapkan bahwa keluhan soal ordal ini bukan hanya dilakukan pada tingkat kekuasaan paling rendah, namun bahkan di tingkat kekuasaan paling puncak atau pusat.

"Fenomena ordal ini menyebalkan, di seluruh Indonesia kita menghadapi fenomena ordal. Mau ikut kesebelasan ada ordal, mau masuk jadi guru ordal, mau daftar sekolah ordal, mau dapat tiket untuk konser ada ordal," kata Anies dalam debat seperti dikutip AyoJakarta.com dalam kanal YouTube KOMPASTV, Kamis, 14 Desember 2023.

Fenomena ordal ini pun dikatakan Anies membuat peraturan seolah tidak berlaku dan bahkan telah melunturkan etika yang ada.

"Ada ordal d imana-mana yang membuat meritokratik gak berjalan, yang membuat etika luntur, dan ketika fenomena ordal itu bukan hanya di masyarakat tetapi di proses yang paling puncak terjadi ordal," lanjutnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Janjikan Perlindungan Hukum Gratis, Terinspirasi dari Hotman Paris

Masyarakat pun dijelaskan Anies telah banyak mengeluhkan fenomena ini karena sangat merugikan.

Adanya fenomena ordal di pusat ini justru membuat contoh yang tidak baik kepada masyarakat di lapisan bawah.

Hal itu terbukti dengan adanya keluhan dari guru-guru di daerah yang mengeluh bahwa mereka tidak bisa diangkat karena tidak memiliki ordal.

Sedangkan perilaku memanfaatkan ordal itu dicontohkan mereka karena melihat apa yang dilakukan oleh pemerintah pusat di Jakarta.

Baca Juga: Debat Perdana Capres, Anies Baswedan Singgung Aplikasi JAKI, Tak Lama Langsung Kena Retas

"Pengangkatan guru-guru itu mendasarkan ordal, kalau tidak ada ordal gak bisa jadi guru tidak bisa diangkat. Lalu atasan mereka bilang 'wong yang di Jakarta saja pakai ordal, kenapa kita yang di bawah tidak bisa pakai ordal'," ucapnya.

Fenomena ini pun menjadi sebuah masalah yang cukup rumit ada di masyarakat dan masih sulit dihilangkan.

Namun, menurutnya, bukan tidak mungkin bahwa siapapun presiden yang menjabat jika tegas dalam komitmennya memerangi masalah ini.

Kata Anies, salah fenomena ordal akan perlahan mulai menghilang dan bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# orang dalam
# debat
# Anies Baswedan

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.