AYOJAKARTA.COM – Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan, berkomitmen untuk menegakkan hukum di Indonesia.
Anies Baswedan berjanji akan mengembalikan marwah kehidupan bernegara dengan menempatkan hukum sebagai tempat yang lebih tinggi.
Hal tersebut disampaikan Anies Baswedan dalam debat Capres-Cawapres Pemilu 2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa, 12 Desember 2023.
“Kami mendedikasikan diri hadir untuk memberikan komitmen bahwa dari puncak sampai ke bawah kami akan tegakkan hukum pada siapa saja. Kami kembalikan marwah kehidupan bernegara yang menempatkan hukum sebagai tempat yang paling tinggi dan ketentuan itu berlaku pada semua,” kata Anies, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Selasa, 12 Desember 2023.
Baca Juga: Prabowo: Masalah Kekerasan di Papua Tidak Sesederhana Itu Pak Anies!
Kemudian, Anies menekankan bahwa seharusnya hukum di Indonesia berdiri tegak lurus.
Akan tetapi, pada kenyataannya justru Anies melihat bahwa penegakkan hukum di Indonesia masih kurang.
Maka dari itu, Anies berjanji akan mendorong perubahan agar hukum tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
“Pada saat ini kalau kita lihat hukum harusnya tegak, dalam kenyataannya dia bengkok. Dia tajam ke bawah, dia tumpul ke bawah dan kondisi ini tidak boleh didiamkan, tidak boleh dibiarkan, dan harus berubah. Karena itu kita mendorong perubahan, mengembalikan hukum menjadi tegak kepada semuanya,” jelasnya.
Baca Juga: Jelaskan Visi, Anies Baswedan 'Tembak Langsung' Gibran Rakabuming
Anies pun memberikan dua contoh kasus penegakan hukum yang kurang, salah satunya adalah Mega Suryani Dewi menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) akan tetapi laporannya tidak diperhatikan.
Selain itu, ia juga mengungkapkan kasus meninggalnya seorang pendukung Prabowo Subianto pada tahun 2019 yang kala itu menuntut keadilan hasil Pemilu.
Berkaca dari dua kasus tersebut, Anies memastikan akan melakukan perubahan terhadap hukum di Indonesia.
“Kita menyaksikan pada saat ini ada peristiwa seperti peristiwa Ibu Mega Suryani Dewi, seorang ibu rumah tangga yang mengalami kekerasan rumah tangga. Lapor pada negara tidak diperhatikan, diam-diam meninggal korban kekerasan,” jelasnya.
Baca Juga: Jelang Debat Perdana, Begini Persiapan Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo
“Tidak kalah penting hadir bersama saya ayahnya Harun Al Rasyid, anak yang meninggal pendukung Pak Prabowo di Pilpres 2019 yang menuntut keadilan pada saat itu, protes hasil pemilu. Apa yang terjadi? Dia tewas sampai dengan hari ini tidak ada kejelasan. Apakah ini akan dibiarkan? Tidak, ini harus diubah,” tutupnya.***
Share this article
Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan, berkomitmen untuk menegakkan hukum di Indonesia.