AYOJAKARTA.COM — Calon wakil presiden nomor urut satu Muhaimin Iskandar atau Cak Imin lagi-lagi membuat pernyataan yang membuat dirinya dicap blunder oleh sejumlah masyarakat.
Menurut Cak Imin jika dirinya dan Anies Baswedan tak menang dalam kontestasi Pilpres 2024 nanti, maka Indonesia dikatakannya akan berada dalam kondisi bahaya dan kehancuran.
Pernyataan ini disampaikan oleh Cak Imin dalam acara yang digelar di Ancol, Jakarta Utara pada Rabu, 29 November 2023 kemarin.
"Apa yang disampaikan mas Anies Baswedan itu urgensi kebutuhan, kalau kita tidak menang Indonesia dalam ancaman bahaya dan kehancuran," ucap Ketua Umum PKB dalam tayangan video yang diunggah akun Instagram @fakta.indo.
Baca Juga: Beda Sikap dengan PKS, Cak Imin Ngotot Tetap Dukung Proyek IKN, Bagaimana dengan Anies Baswedan?
Selain itu, Cak Imin juga mengucapkan apresiasi kepada para kader PKB yang telah bekerja keras mendukung gerakan perubahan
Lebih lanjut, Cak Imin juga dengan dukungan para kader PKB bisa membawa ia dan pasangannya Anies Baswedan untuk menang dalam Pilpres 2024 mendatang.
Namun, rupanya pernyataan Cak Imin soal ancaman kehancuran bagi Indonesia jika dirinya dan Anies tak menang cukup membuat kontroversi di antara masyarakat media sosial atau warganet.
Cak Imin bahkan dicap blunder karena telah menyampaikan hal-hal yang malah menjatuhkan dirinya sendiri dan pasangannya.
Selain itu, para warganet juga menyebut jika Cak Imin telah menyebarkan kampanye negatif atas pernyataannya tersebut.
"Bukannya menyebar kampanye positif, malah merasa paling hebat, jadi ilfeel sama pasangan ini," ujar akun @aishahyu****.
"Saya sih netral sama Pak Anies tapi kalo sama ini rada gimana ya, kasihan blunder mulu," tulis akun @luqmanulha****.
"Yang no 1 sejuk bawaannya tapi no 1 cawapresnya yg suka blunder," timpal akun @garrant***.
"Duh Anies salah pilih wakil , malah ngancurin reputasi no urut 1," ujar akun @i.f.a****.
Blunder Sebut IKN 'Hutan'
Sebelumnya, Cak Imin juga diduga telah melakukan blunder saat menanggapi soal kepindahan ke IKN.
Cak Imin dengan tegas menolak kepindahan ke IKN dan menyebut IKN sebagai hutan.
"Itu kan pilihan aja, lagi enak-enak di Jakarta, tiba-tiba disuruh ke hutan, entar dulu. Itu pilihan pribadi, referensi tinggal pribadi. Kalau sekarang kan enggak layak, belum layak di sana per hari ini," ucap Cak Imin beberapa waktu lalu usai menghadiri acara Millenial and Gen-Z Summit di Jakarta.***

Share this article
Cak Imin jika dirinya dan Anies Baswedan tak menang, Indonesia dikatakannya akan berada dalam kondisi bahaya.