AYOJAKARTA.COM — Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera memperingatkan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) untuk mewaspadai "Amien Rais syndrome".
"Saya agak terkesan dengan Mas Eep Saefulloh Fatah saat bilang hati-hati, ada Amien Rais syndrome pada Mas Anies," ujar Mardani di kompleks parlemen pada Selasa, 31 Oktober 2023, dikutip dari Suara.com.
Istilah "Amien Rais syndrome" merujuk pada fenomena elektoral Amien Rais pada Pilpres 2004. Saat itu, Amien Rais yang dikenal sebagai tokoh gerakan politik 98-an, populer di kalangan masyarakat. Acara yang digelarnya selalu ramai dihadiri oleh banyak orang.
Namun, popularitas Amien Rais berbanding terbalik dengan perolehan suara pada Pilpres 2004.
Kala itu, Amien hanya memperoleh 14,66 persen suara serta menempati posisi keempat dari total lima kandidat. Angka ini terbilang jauh di bawah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kala itu mendapatkan sebanyak 33,57 persen, lalu Megawati Soekarnoputri 26,61 persen, dan juga Wiranto 22,15 persen.
Mardani menilai, kasus serupa, juga dapat terjadi saat ini kepada pasangan Anies-Cak Imin.
Meskipun kopi darat keduanya ramai dihadiri masyarakat, namun popularitas serta elektabilitas keduanya selalu di posisi yang paling rendah di antara dua pasangan capres cawapres yang lain.
Diketahui, hasil survei Indiktor pada tanggal 26 Oktober lalu mengungkapkan bahwa, elektabilitas Anies hanya ada di angka 23 persen saja. Dia di bawah pasangan Prabowo-Gibran sebesar 36,1 persen, dan Ganjar-Mahfud sebanyak 33,7 persen.
Baca Juga: Disebut Bisa Jadi Ancaman Anies Baswedan-Cak Imin di Pilpres 2024, Apa Itu Amien Rais Syndrome?
Sementara itu, LSI Denny JA pada tanggal 25 Oktober, mengungkap bahwa pasangan AMIN juga berada diurutan rendah dengan perolehan suara hanya 15 persen.
Jauh di bawah pasangan Prabowo-Gibran yang unggul dengan elektabilitasnya mencapai 39,3 persen, kemudian Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan perolehan 36,9 persen.
Mardani mengatakan bahwa hasil survei akan terus menjadi masukan bagi para pihaknya. Dia menilai, jika mau tidak mau, survei harus tetap dilakukan sesuai dengan ketentuan ilmiah sehingga bisa memotret lebih menyeluruh.
"Karena itu spotlight memang selalu ramai, tapi hasil itu lebih menyeluruh lebih sesuai dengan kaidah ilmiah yang samplingnya itu rata," pungkas Mardani.***

Share this article
PKS memperingatkan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) untuk mewaspadai "Amien Rais syndrome".