AYOJAKARTA.COM -- Menjadi pasangan kedua yang mendaftar ke KPU, pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD disebut oleh Ketum PDIP sebagai harapan baru Indonesia.
Kendati harus menghadapi pasangan Anies-Muhaimin serta Prabowo-Gibran yang dianggap merepresentasikan penguasa, Ganjar Pranowo-Mahfud MD tetap berjuang.
Dalam acara deklarasi sebagai pasangan capres-cawapres, Ganjar Pranowo-Mahfud MD menyatakan kesediaannya untuk mengemban amanah konstitusi.
Baca Juga: Dijuluki Warganet Ninja Indonesia dan Jadi Idola di Negeri Gingseng, Segini Gaji Megawati Hangestri
Berbeda dengan dua kandidat lain yang sudah memiliki nama koalisi atau gabungan partai pengusung, koalisi pendukung pasangan Ganjar-Mahfud masih belum mencetuskan nama.
Terkait dengan nama koalisi, dalam sebuah tayangan bertajuk Kick Kontroversi Ganjar menilai hal tersebut masih menjadi bahan pembahasan.
Diusung oleh PDIP dan sejumlah partai lain, barisan Ganjar-Mahfud dihadapkan dengan keputusan Gibran mendukung Koalisi Indonesia Maju.
Menyikap perubahan tersebut, Ganjar-Mahfud menilai hal tersebut merupakan pilihan setiap warga negara sehingga tidak perlu disikapi secara berlebih.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Temukan Seekor Harimau di Hutan Kurang dari 10 Detik untuk Uji Ketajaman Matamu
Tanggapan yang sama terkait masuknya Gibran ke kubu Koalisi Indonesia Maju juga disampaikan Mahfud.
Menurut Mahfud, spekulasi masuknya Gibran ke barisan Prabowo sudah terdengar cukup lama sehingga tidak terlalu mengejutkan.
Namun demikian, meski dukungan dari kader PDIP berpotensi terbagi menjadi terbagi, hal tersebut tidak mempengaruhi kesiapan pasangan Ganjar-Mahfud.
“Semua proses sudah dilakukan, maka kami pasangan yang siap bertanding dengan baik dengan siapapun,” jelas Ganjar.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Coba Temukan Kata SING dalam Kumpulan Huruf Acak Ini, Yuk Latih Ketajaman Mata!
Masuknya Gibran yang merupakan putra Presiden Joko Widodo ke kubu Prabowo, juga dinilai sejumlah kalangan sebagai bentuk pernyataan resmi Jokowi.
Dinilai sebagian kalangan tidak mendapatkan dukungan resmi dari Jokowi, Ganjar memberikan komentar.
Menurutnya, dukungan dari Jokowi sebagai capres sudah terlihat sejak lama melalui sejumlah kode-kode serta bahasa tubuh ketika berada di keramaian.
Adapun pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut memberi dukungan kepada seluruh peserta pilpres, dinilai Ganjar sebagai sikap seorang Kepala Negara.
Baca Juga: Anies Baswedan Cak Imin Berencana Membentuk Dana Abadi untuk Pengembangan EBT, Janji Kampanye?
“Presiden itu miliknya semua orang, menurut saya itu sesuatu yang fair dengan jiwa besar beliau,” ungkap Ganjar.
Namun sebagai sesama kader PDIP, Ganjar menilai dinamika politik yang berkembang perlu disikapi dengan prinsip kepercayaan.
Terlebih karena pasangan Ganjar-Mahfud, keduanya sama-sama dikenal luas sebagai figur yang memiliki tempat khusus di mata Jokowi.
Karenanya, meski dinilai banyak kalangan sebagai korban yang diberikan harapan palsu oleh Presiden hal tersebut tidak berpengaruh pada hubungan antar kader.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Temukan Kata GIRAFFE dalam Gambar Jerapah Ini, Asah Kemampuan Visual Kamu
“Karena kami sama-sama kader PDIP, saling mendukung, ada dinamika, harus percaya dengan Presiden, masa Presiden bicara kita tidak percaya?” jelas Ganjar.***

Share this article
Menghadapi pasangan Anies-Muhaimin serta Prabowo-Gibran yang dianggap merepresentasikan penguasa, Ganjar Pranowo-Mahfud MD tetap berjuang.