AYOBANDUNG.COM – Capres Anies Baswedan kembali menemui sejumlah pendukungnya yang berada di wilayah Bandung, Jawa Barat.
Bertempat di Lapangan Warung Awi, Desa Bongas, Cililin, Bandung, Jawa Barat; Anies Baswedan mengajak ribuan peserta jalan sehat untuk menciptakan politik yang damai.
Selain itu, Anies Baswedan juga menyampaikan sejumlah gagasan terkait pentingnya perubahan sosial di seluruh wilayah Indonesia
Selain menyapa warga pendukung, Anies juga berencana untuk melakukan diskusi bersama sejumlah aktivis Gerakan “Change Indonesia”.
Namun acara yang sedianya akan dilangsungkan di dalam Gedung Indonesia Menggugat atau GIM, urung dilaksanakan karena terkendala perizinan.
Meski pertemuan yang diinisiasi oleh aktivis Gerakan “Change Indonesia” sudah mengantongi izin resmi, namun hal tidak terduga justru terjadi.
Belasan jam sebelum pelaksanaan acara, izin yang didapat dari UPTD Pengelola Taman Budaya Jawa Barat dibatalkan sepihak oleh pengelola.
Baca Juga: Anies Baswedan Tak Boleh Pakai Gedung GIM, Kota Bandung Belum Merdeka untuk Kebebasan Berbicara?
Selain dibatalkan pengelola, di bagian depan pintu masuk kawasan GIM juga terdapat sejumlah tulisan tangan berisi penyegelan serta digembok.
Kendati tidak bisa memasuki bagian dalam gedung, diskusi bersama sejumlah aktivis Pro Demokrasi di wilayah Bandung tetap terlaksana.
Bertempat di bagian beranda Gedung Indonesia Menggugat, Anies bersama para aktivis melakukan diskusi sambil berlesehan.
Dalam pidato yang disampaikan saat acara, Anies menyoal pentingnya kebebasan dalam menyampaikan pendapat dan gagasan karena sudah dijamin oleh konstitusi.
“Gedung yang di jaman Belanda bisa dipakai, hari ini tidak bisa gunakan, artinya kita harus lebih teguh bahwa kebebasan berbicara harus dikembalikan di negeri ini,” jelas Anies.
Anies juga memandang kebebasan menyampaikan gagasan sama pentingnya dengan kebebasan dari rasa lapar, sakit, serta persoalan sosial lain.
Karena itu, Anies mengajak para aktivis yang merupakan penggerak perubahan bangsa untuk terus memperjuangkan bangsa Indonesia menuju perubahan dan perbaikan.
“Republik ini adalah rumah kita dan kita harus perbaiki sama-sama, karena aktivis adalah orang yang punya rekam jejak untuk merubah,” imbuhnya.
Terkait dengan adanya penutupan lokasi, Presidium Change Indonesia Andreas Marbun memberi tanggapan.
Menurut Andreas, penolakan izin yang dilakukan UPTD Jawa Barat sudah diterima melalui sambungan telepon sehari menjelang acara.
Meski Change Indonesia telah menyatakan bersedia untuk melakukan penyesuaian sekiranya ada potensi pelanggaran, namun hal tersebut tidak dihiraukan.
Andreas menambahkan, pihak UPTD Jawa Barat bersikeras tidak memberikan ijin karena menyangkut bahasan politik.
“Di GIM tanggal 17 September 2023 digelar juga acara relawan dari salah satu capres,” jelas Andreas dikutip Ayojakarta pada Minggu, 8 Oktober 2023 dari Metro TV.

Share this article
Bertempat di bagian beranda Gedung Indonesia Menggugat, Anies Baswedan bersama para aktivis melakukan diskusi sambil berlesehan.