AYOJAKARTA.COM – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, telah menyatakan bahwa tuduhan tentang kudeta terhadap Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dari jabatan Ketua Umum PKB adalah tidak benar.
Sebaliknya, Cak Imin mengklaim bahwa dia sendiri yang mengalami kudeta dari kepemimpinan tertinggi PKB oleh Putri Gus Dur, Yenny Wahid, bersama dengan Ali Masykur.
Baca Juga: Pamer Senyum, Cak Imin Penuhi Panggilan KPK sebagai Saksi Kasus Korupsi Kemnaker 2012
Pernyataan Cak Imin Soal Kudeta dari PKB
Konflik internal di dalam PKB pada tahun 2008 kembali mencuat ketika kini Cak Imin terpilih sebagai calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan. Konflik tersebut melibatkan dua fraksi, yaitu pendukung Gus Dur dan pendukung Cak Imin.
Untuk mengatasi konflik ini, digelarlah Musyawarah Luar Biasa (MLB). Namun, Cak Imin baru-baru ini membantah tuduhan bahwa dia telah berkhianat terhadap Gus Dur. Menurutnya, narasi ini muncul secara berkala, terutama menjelang pemilihan umum.
Cak Imin bahkan mengklaim bahwa dirinya yang mengalami kudeta oleh pihak Gus Dur, bukan sebaliknya.
"Selalu muncul (isu saya kudeta PKB) setiap Pemilu, selalu dibesarkan. Musiman lah saya bilang (penghianat). Tapi tuduhan saya berkhianat (kepada Gus Dur) sama sekali tidak beralasan," ucap Cak Imin dalam perbincangan bersama Najwa Shihab yang disiarkan Senin, 4 September 2023.
Cak Imin bahkan menyatakan bahwa satu-satunya orang yang dipecat oleh Gus Dur tanpa memberikan perlawanan adalah dirinya sendiri.
Cak Imin kemudian menyerahkan kepemimpinan kepada Ali Masykur sebagai Wakil Ketua Umum DPP PKB dan Yenny Wahid sebagai Sekretaris Jenderal DPP PKB.
"Kepemimpinan Ali Masykur dan Yenny ini hasil kudeta terhadap saya. Dan saya terima tidak ada masalah. Tapi di situ karena tidak legitimate, bukan ketua umum, maka harus ganti ketua umum supaya bisa daftar KPU," kata Cak Imin.
"Karena harus daftar KPU maka yang sah di KPU itu tanda tangan saya sebagai Ketum dan Yenny sebagai Sekjen. Dititiktemukan supaya disuruh daftar, tidak mau tidak bisa terjadi," lanjut dia.
Oleh karena itu, dia melakukan langkah-langkah hukum untuk memastikan bahwa PKB tetap dapat ikut dalam pemilihan umum. Hal ini termasuk menggugat pengangkatan Yenny Wahid sebagai Sekretaris Jenderal yang dianggapnya tidak sah.
"Karena Yenny diangkat bukan Muktamar, Yenny diangkat sebagai Sekjen di tengah jalan. Penggantian itu berkonsekuensi agak ribet segala macem, jadi ini cerita keluarga," ucap dia.
"Dari situ penggantian Sekjen Yenny pada Sekjen yang asal Lukman Hakim, di situ KPU menerima, akhirnya sah bisa ikut pemilu. Tapi udah remuk kita," pungkas Cak Imin.
Baca Juga: Dukung Pasangan Anies Baswedan-Cak Imin, Partai Masyumi Peringatkan KPK Soal Hal Ini
Diminta Mundur dari Ketum PKB oleh Gus Dur
Cak Imin mengungkapkan bahwa Gus Dur meminta dirinya untuk mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PKB.
Namun, surat pengunduran diri yang telah ditandatanganinya diserahkan kepada Gus Dur dengan kesepakatan bahwa surat tersebut akan dikembalikan jika Gus Dur membutuhkannya.
"Surat pengunduran diri yang sudah disiapkan Gus Dur saya tandatangani supaya bisa jalan di KPU, saya kasih pada Gus Dur, lalu apa yang terjadi?" kata Cak Imin.
"Surat saya terima Min, tapi tolong kamu sendiri yang simpen. Nanti kamu keluarkan kalau bener-bener saya butuhkan," sambung Cak Imin menirukan perkataan Gus Dur.
Namun, hingga saat ini, surat pengunduran diri tersebut tidak pernah diminta kembali oleh Gus Dur. Oleh karena itu, Cak Imin menegaskan bahwa fakta sesungguhnya adalah bahwa dia yang mengalami kudeta dari PKB, bukan sebaliknya.
"Jangan dibalik-balik saya mengkudeta Gus Dur, saya yang dikudeta, tapi saya terima," pungkasnya.***

Share this article
Cak Imin menyatakan bahwa tuduhan tentang kudeta terhadap Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dari jabatan Ketua Umum PKB adalah tidak benar.