AYOJAKARTA.COM -- Kasus dugaan penghinaan terhadap Presiden Jokowi oleh komentator sosial politik Rocky Gerung menjadi arena pertarungan politik yang melibatkan kubu petahana dan oposisi.
PDI Perjuangan selaku parpol penguasa telah melaporkan Rocky atas tuduhan fitnah dan penyebaran berita bohong. Di sisi lain, Partai Demokrat yang menjadi oposisi, pasang badan melalui sejumlah pernyataan elitnya.
DPP PDIP melaporkan Rocky Gerung ke Bareskrim Polri pada tanggal 2 Agustus 2023. Rocky diduga telah membuat pernyataan kontroversial saat berbicara di depan massa buruh di Bekasi, yang kemudian menjadi viral di media sosial.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Rocky Gerung Dilaporkan ke Polisi Soal Jokowi, Bajingan Tolol dan IKN
Tim Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPP PDI Perjuangan, Johannes Oberlin Lumban Tobing, mengungkapkan beberapa pernyataan yang diduga sebagai fitnah yang diucapkan oleh Rocky Gerung.
Salah satunya, Rocky menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo berusaha menunda Pemilu 2024 karena tidak peduli dengan buruh.
Selain itu, Rocky juga mengatakan bahwa jika Pemilu 2024 terhalang oleh ambisi Presiden, maka akan ada people power yang dimulai pada tanggal 10 Agustus mendatang.
Baca Juga: Buntut Umpatan Kasar ke Jokowi, Rocky Gerung Dilaporkan oleh Tim Hukum PDIP
Terakhir, Rocky disebut membuat narasi bahwa Presiden berusaha mempertahankan warisan kebijakannya dan hanya memikirkan diri sendiri.
Semua pernyataan ini dianggap berpotensi melanggar hukum oleh BBHAR DPP PDIP.
"Hasil diskusi kita dengan penyidik tadi, akhirnya penyidik setuju untuk menggunakan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Pasal 28 Ayat 2 tentang SARA, ITE," kata Johannes, Rabu, 2 Agustus 2023, dikutip sari Suara.com.
Di sisi lain, setelah kontroversi pernyataan Rocky yang diduga menghina Jokowi mencuat, sejumlah elit Partai Demokrat memberikan dukungan pada Rocky.
Baca Juga: Ramai Rocky Gerung Mengumpat Kasar kepada Jokowi, Gibran Rakabuming: Ya Pak, Maaf Saya Salah
Ketua Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief menjadi salah satu sosok yang pertama kali pasang badan. Dia menyatakan bahwa saat Rocky mengucapkan pernyataan kontroversial tersebut, ia tidak menunjuk siapa pun secara spesifik.
“Dia tidak menunjuk siapa pun,” cuit Andi Arief di akun Twitter-nya, Selasa, 1 Agustus 2023.
Selain Andi Arief, Deputi Bappilu Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, juga mendukung Rocky dan menyayangkan respons relawan Jokowi yang melaporkan Rocky ke polisi.
Kamhar menyebut, hal itu menunjukkan bahwa kelompok relawan Jokowi tampaknya anti dengan kritik yang ditujukan pada mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Kamhar juga menyoroti kelompok relawan tersebut yang sebelumnya telah viral karena berencana menyerang kelompok-kelompok oposisi pemerintah.
Baca Juga: Tanggapan Santai Presiden Jokowi soal Dugaan Dirinya Dihina Rocky Gerung: Itu Hal...
Politikus Partai Demokrat lainnya, Benny K Harman, juga memberikan dukungan pada Rocky Gerung dan meyakini bahwa Jokowi tidak akan melaporkan Rocky ke polisi terkait pernyataan "bajingan tolol".
Benny menyatakan bahwa bukan karena Jokowi tidak ingin melaporkan, melainkan karena sebagai pemimpin bangsa dan negara, Jokowi memerlukan kritik yang jelas dan lugas seperti yang telah dilakukan oleh Rocky Gerung.
"Sebagai pemimpin bangsa dan negara Pak Jokowi butuh kritik dengan bahasa yang terang dan lugas seperti yang dilakukan Rocky Gerung," urai Benny di Twitter.
Benny juga menyamakan kritik dari Rocky sebagai sebuah vaksin yang memberikan kekebalan tubuh bagi Jokowi. Semakin banyak kritik yang diterima, maka Jokowi akan semakin kuat.
Share this article
Kasus dugaan penghinaan terhadap Presiden Jokowi oleh Rocky Gerung menjadi arena pertarungan politik petahana dan oposisi.