AYOJAKARTA.COM -- Pertemuan antara Anies Baswedan serta Ganjar Pranowo di tanah suci masih mendapat sorotan warganet.
Dalam unggahan foto yang banyak beredar, terlihat jelas sosok Anies Baswedan yang berdiri di samping Ibu Ferry.
Sementara tepat di bagian sisi kanan Anies Baswedan, terlihat sosok Ganjar Pranowo serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas, Suharso Monoarfa.
Baca Juga: 5 Jawaban dan Balasan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2023
Sehubungan dengan beredarnya foto tersebut, Pakar Komunikasi Politik Profesor Karim Suryadi sempat memberi tanggapan.
Menurut Prof Karim apa yang terlihat dari unggahan foto tidak dapat sepenuhnya dijadikan sebagai sebuah sinyal politik.
Karim juga tidak memiliki latar belakang secara menyeluruh di balik foto tersebut. Sehingga menurut dia, apa yang tampak jelas di dalam foto tidak benar-benar mencerminkan apa yang ada di baliknya.
Baca Juga: Dear Nasabah BCA, Transfer Online via Mobile hingga ATM Berubah dari Rp0 Jadi Rp6.500
Kondisi yang terlihat dalam foto, menurut Karim tidak bedanya dengan situasi di bentangan samudra, tampak tenang di permukaan tetapi bergelombang di kedalaman.
Sinyalemen-sinyalemen lain terkait dengan situasi politik, menurut Karim merupakan suatu bentuk permainan tanda.
“Politik itu hanya sekadar permainan tanda, maknanya seperti apa kita tidak bisa melepaskan konten dari konteksnya,” jelas Karim.
Lebih lanjut Karim menambahkan, bahwa segala hal bisa saja terjadi mengingat pertemuan tersebut berlangsung di tengah-tengah rangkaian ibadah.
Terkait dengan penilaian bahwa agama telah mempersatukan perbedaan, Karim menilai hal tersebut sebagai sebuah kewajaran.
Namun demikian Karim tidak menyangkal bahwa cara mendefinisikan sebuah makna instrumental dalam konteks partai yang berbeda, merupakan persoalan tersendiri.
“Bagaimana keadilan menurut Koalisi Perubahan itu tentu berbeda dengan koalisinya yang dilihat oleh PDI P,” imbuh Prof. Karim.
Profesor Karim menegaskan, bahwa pertemuan Anies dengan Ganjar di tanah suci merupakan persoalan ibadah, yang akan menjelma beda setibanya di Indonesia.
Sehubungan dengan pertemuan kedua capres dari koalisi berbeda tersebut, pakar gestur dan mikro ekspresi Monica Kumalasari memberi tanggapan.
Menurut Monika, senyum yang diperlihatkan para kandidat capres dalam foto diam atau still foto yang beredar di tengah masyarakat merupakan ekspresi wajar.
“Manusia itu selalu memberi social smile, karena itu adalah ekspresi yang paling aman, itu bisa dilakukan oleh orang yang sedih atau marah,” jelas Monika.
Namun demikian Monika mendapati sejumlah hal tidak biasa yang ditunjukkan oleh para kandidat capres dari foto tersebut.
Baca Juga: TERKUAK! Alasan Panji Gumilang Ajak Jamaah Nyanyikan Lagu Yahudi di Ponpes Al Zaytun
“Pak Ganjar, beliau mengangkat alisnya, Pak Anies, saya tidak melihat senyum yang biasa, mungkin beliau lelah,” jelas Anies.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta pada Kamis, 29 Juni 2023 dari kanal Youtube tvOneNews. ***

Share this article
Pertemuan antara Anies Baswedan serta Ganjar Pranowo di tanah suci masih mendapat sorotan warganet, begini kata pakar.