AYOJAKARTA. COM -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait kelanjutan kebijakan pemerintah di tahun 2024 mendatang.
Ia mengatakan bahwa pembangunan untuk masa depan Indonesia seperti tongkat estafet.
Menurut Jokowi kepemimpinan yang selanjutnya jangan sampai seperti meteran pom bensin yang harus kembali ke nol bila sudah selesai melakukan pengisian bensin.
Baca Juga: 10 Alasan Mengapa Oli Motor Harus Rutin Diganti Baru, Idealnya Berapa Bulan?
Maka dari itu, bila kepemimpinan tersebut sudah berganti tidak boleh seperti itu lagi dan harus berkelanjutan.
Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Emas 2025-2024 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat pada Kamis (15/6/2023).
"Kepemimpinan itu ibarat tongkat estafet bukan meteran pom bensin. Kalau meteran pom bensin itu dimulai dari nol ya. Apakah kita mau seperti itu? Ndak kan? Masak kayak meteran pom bensin," kata Jokowi.
Sementara itu, Presiden juga menegaskan bahwa kebijakan negara harus berkesinambungan bila pemimpinnya berganti.
Baca Juga: 5 Tanda Ini Menunjukkan Kalau Kamu Adalah Orang yang Disegani
Ia juga mengibaratkan pemerintah Indonesia ini seperti seorang anak yang sedang bersekolah yang dimulai dari TK hingga Universitas.
Oleh karena itu, jika pemimpin berganti seharusnya sekolah tetap diteruskan. Bila seorang pemimpin telah mencapai level SMA misalnya, pemimpin berikutnya harus melanjutkan ke level universitas.
"Mestinya kalau sudah dari TK, SD, SMP, kepemimpinan berikut masuk SMA, universitas, kepemimpinan berikut masuk ke S2, S3, mestinya seperti itu," kata Presiden yang dikutip AyoJakarta.com pada Jumat (16/6).
Selanjutnya, Jokowi menyebut bahwa kepemimpinan tidak boleh maju mundur dan kepemimpinan tersebut bukan poco-poco.
"Tidak maju mundur, poco-poco, tidak," katanya lebih lanjut.

Share this article
Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait kelanjutan kebijakan pemerintah di tahun 2024 mendatang.